Cara Menanam Kunyit Putih

Kunir ( dalam bahasa jawa ) atau kunyit, dengan nama ilmiah Curcuma longaLinn. syn. Curcuma domestica Val. Kunyit adalah jenis tanaman yang memanfaatkan bagian umbi; itu sebabnya dalam istilah bahasa jawa adalah empon empon. Kunyit adalah salah satu jenis tanaman rempah dan bahan obat asli dari kawasan Asia Tenggara. Distribusi tanaman ini tersebar di kawasan Malaysia, Indonesia, Australia bahkan sampai ke Afrika. Jenis tanaman kunyit ini sangat familiar untuk kawasan kawasan tersebut sehingga siapa yang tidak kenal dengan kunyit yang pemanfaatannya telah begitu tersebar luas baik untuk bumbu masakan, jamu / obat penjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Kunyit juga termasuk dalam kelompok jahe jahean ( Zingiberaceae ).

Beberapa nama lokal dari kunyit seperti Turmeric ( Inggris ), Curcuma ( Belanda ), Kunyit ( Indonesia dan Malaysia ), Kunir ( Jawa ), Koneng ( Sunda ), Konyek ( Madura )

 

Kunyit memiliki batang semu yang tegak dan bulat membentuk rimpang dengan warna hijau dan semakin tua akan berwarna kekuningan. Kunyit tersusun dari pelepah daun dengan tinggi antara 40 – 100 Cm. Daun tunggal memiliki bentun bulat telur ( lanset ) dengan ukuran 10 – 40 cm dengan lebar 8 – 12,5 Cm. Pertulangan daun menyirip dengan warna hijau lebih pucat. Kunyit memiliki bunga majemuk yang menyerupai rambut dan bersisik yang tumbuh dari pucuk batang semu, dengan panjang sekitar 10-15 Cm dengan mahkota sekitar 3 Cm dan lebar 1,5 Cm dengan warna bunga putih / kekuningan. Bagian ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata. Warna kulit rimpang kunyit berwarna kecoklatan, daging merah jingga kekuning kuningan.

 
Tanaman Kunyit

Syarat Tumbuh
Iklim

Kondisi yang cocok bagi pertumbuhan tanaman kunyit adalah tempat tempat dengan intensitas cahaya yang penuh atau sedang, sehingga tanaman kunyit sangat cocok di budidayakan pada tempat terbuka atau sedikit naungan. Kondisi ini penting untuk proses fotosintesis pada daun, hasil fotosintesis akan disimpan dalam rimpang / umbi. Itu sebabnya jika kunyit ditaman pada daerah yang kurang cahaya ( teduh ) maka pertumbuhan daun akan lebih lebat tetapi sedikit sekali umbinya.

Iklim yang baik untuk budidaya kunyit adalah daerah yang memiliki curah hujan 1.000 – 4.000 mm / tahun. Apabila kunyit ditanam pada daerah dengan curah hujan < dari 1.000 mm / tahun maka diperlukan sistem perairan yang harus tersedia dan ditata dengan baik. Sebaiknya menanamnya pada awal musim penghujan. Budidaya kunyit bisa di budidayakan sepanjang tahun, dengan suhu udara optimum sekitar 19 – 30 o C

Media Tanam
Kunyit sangat baik ditanam pada tanah yang gembur atau tanah berpasir ( banyak mengandung pasir ), sehingga tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. Kondisi tanah yang gembur atau tanah berpasir memudahkan umbi untuk berkembang.

Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik yang tinggi – tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air atau sedikit basa.

Ketinggian Tempat
Tumbuhan kunyit bisa tumbuh baik pada dataran rendah ( < 240 m dari perlukaan laut ) sampai dataran tinggi ( > 2.000 m dari permukaan laut ). Jumlah produksi optimal sekitar 12 ton per ha yang bisa diperoleh jika ditanam pada ketinggian 45 m dari permukaan laut.

Pembibitan
Syarat Bibit

Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang / umbi karena lebih mudah tumbuh. Untuk memilik bibit sebaiknya dipilih dari tanaman yang subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau, kokoh, tidak terserang penyakit. Pilih bibit yang telah memiliki umur / berasal dari rimpang yang berumur > 7 – 12 bulan; dengan bentuk dan ukuran serta warna yang seragam dengan kadar air yang cukup. Benih telah mengalami masa istirahat ( dormansi ) cukup; terhindar dari bahan asing seperti biji tanaman lain / kulit / kerikil yang menempel.

Penyiapan Bibit
Pemilihan bibit sangat penting, rimpang yang telah terpilih dipotong untuk mendapatkan ukuran dan berat yang seragam dan untuk memperkirakan banyaknya mata tunas / rimpang. Kemudian bekas potongan ditutup dengan abu dapur/ sekam atau bisa juga dengan merendam potongan kunyit kedalam fungisida seperti benlate atau agrymicin, untuk menghindari pertumbuhan jamur. Setiap potongan rimpang paling banyak memiliki 1 – 3 mata tunas, dengan berat antara 20 – 30 gram dan panjang 3 – 7 Cm.

Teknik Penyemaian Bibit
Untuk merangsang pertumbuhan rimpang kunyit bisa dilakukan dengan cara mengangin anginkan rimpang kunyit ditempat yang teduh atau lembab selama 1 – 1,5 bulan dengan penyiraman 2 kali sehari ( pagi dan sore hari ). Bibit tumbuh baik apabila disimpan dalam suhu kamar ( 25 – 28 o C ). Bisa juga menempatkan rimpang diantara jerami pada suhu kamar dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1,5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35°C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.

Pemindahan Bibit
Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian, dimana rimpang akan muncul tunas setelah ditanam di persemaian selama 1 – 1,5 bulan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. Selama pengangkutan, bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk agar tunas tetap utuh dan tidak patah / rusak karena penumpukan.

Pengolahan Media Tanam
Persiapan Lahan

Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.

Pembukaan Lahan
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari.

Pembentukan Bedengan
Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60 – 100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30 – 50 cm.

Pemupukan (sebelum tanam)
Untuk mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah, drainase, dan aerasi yang lancar, dilakukan dengan menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.

Teknik Penanaman
Kebutuhan bibit kunyit / hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton / ha.

Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5 – 10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau ( 7 – 8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau ( 12 – 18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.

Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat di atas bedengan / petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.

x      x             x      x

x      x             x      x

x      x             x      x

x      x             x      x

x      x             x      x

x      x             x      x

x      x             x      x

 

Cara Penanaman
Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.

Perioda Tanam
Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7-8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.

Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman

Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat.

Penyiangan
Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur.

Pembubunan
Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3-4 bulan sekali.

Pemupukan
a. Pemupukan Organik

Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29,93 ton/ha.

b. Pemupukan Konvensional
Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar / ha. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg / ha), P2O5 (50 kg / ha), dan K2O (75 kg / ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela tanaman.

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh sebab itu drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau.

Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.

Pemulsaan sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Hama dan Penyakit
Hama

Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.)
Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.
Pengendalian: tanaman disemprot / ditaburkan insektisida furadan G-3.

Penyakit
1) Busuk bakteri rimpang
Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.
Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.
Pengendalian: mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terluka-nya rimpang; penyemprotan fungisida dithane M-45.

2) Karat daun kunyit
Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips.
Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun; bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda, menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati.
Pengendalian: Dilakukan dengan mengurangi kelembaban; Penyemprotan insektisida, seperti dengan agrotion 2 cc / liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali.

Gulma
Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput , ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.

Pengendalian hama / penyakit secara organik
Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT ( Pengendalian Hama Terpadu ) yang komponennya adalah sbb:

Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman

  1. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh-musuh alami
  2. Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  3. Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.
  4. Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.
  5. Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan.

Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

  1. Tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.
  2. Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah.
  3. Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.
  4. Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro.
  5. Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.
  6. Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

Ciri dan Umur Panen
Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan / perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).

Cara Panen
Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.

Periode Panen
Panen kunyit dilakukan di musim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringan.

Perkiraan Hasil Panen
Berat basah rimpang bersih / rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang / umbi segar / ha biasanya antara 20-30 ton.

Iklan

Manfaat Jinten Hitam

images (1) Copy-of-IMG0010B

Jinten hitam diyakini memiliki khasiat yang besar dalam membantu pengobatan kanker. Jinten hitam dikenal kaya akan nutrisi yang bisa menjaga daya tahan tubuh dan dapat menjaga revitalisasi otak. Oleh karena itu,  jinten hitam sangat baik untuk manula,  karena tubuh lansia lebih  rentan terhadap penyakit dan daya ingat yang menurun . Ini bukan Bukan tanpa alasan, sebab para ahli telah mengungkapkan bahwa jinten hitam ini mengandung 15 macam asam amino dan 9 asam amino essensial. Asam amino esensial tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang cukup oleh tubuh, oleh karena itu jinten hitam akan sangat memenuhi kebutuhan itu. Nah, tuh kan?,,,, jadi jinten hitam ini tidak bisa disepelekan, mengenai khasiat dan manfaatnya.

Kandungan dan manfaat yang terdapat pada jinten hitam, menurut penelitian yang pernah dilakukan.

Jinten hitam untuk suplemen gizi: Kandungan zat yang ada didalam jinten hitam adalah betakaroten atau provitamin-A, zat besi, potassium dan sodium.
Jinten hitam mengandung betakaroten (pro-vitamin A), kalsium, zat besi, sodium, dan potassium.Walaupun unsur-unsur mineral tersebut tak banyak dibutuhkan tubuh, namun berfungsi penting sebagai kofaktor. Sebagai suplemen penambah gizi, Anda bisa mengkonsumsi minyak dari jinten hitam ini setengah sendok teh  3 kali sehari.

Jinten hitam untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Jinten hitam baik untuk orang yang sedang mengalami gangguan dari fungsi kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terganggu, membuat anak menjadi rentan terkena serangan virus, misalnya influenza. Jinten hitam dapat diberikan kepada seseorang yang sedang menderita flu agar cepat sembuh, karena sifatnya yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Jinten hitam untuk pengobatan asma dan alergi: Jinten hitam mengandung protein kinase C yang diketahui bisa menghambat pelepasan histamin. Histamin merupakan zat yang dilepaskan oleh sistem tubuh karena reaksi dari alergi. Untuk penderita Asma Bronkial dan penyakit alergi yang lainya ,bisa diatasi dengan jinten hitam dan tanpa efek samping. samping. Pengobatan asma dan alergi dapat dilakukan dengan minum minyak jinten hitam setengah sendok yang dicampur dengan satu sendok madu kedalam cangkir yang berisi air hangat. Larutan jinten hitam tersebut dapat diminum pagi hari sebelum sarapan dan sesudah makan malam. Selama melakukan pengobatan ini, hindarilah zat pemicu alergi yang biasa terdapat pada makanan yang dingin seperti.

Jinten hitam untuk Obat kanker: Asam lemak yang terkandung dalam jinten hitam dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Jinten hitam memiliki kemampuan memberi stimulasi tubuh untuk produktivitas sumsum tulang ,imunitas sel dan produksi interferon. Jinten hitam juga berguna untuk melindungi sel-sel yang normal , melawan virus perusak sel dan melawan sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel yang sehat.
Cara pengobatan, campurkan setengah sendok teh minyak jinten hitam kedalam satu gelas jus anggur, diminum sebanyak tiga kali sehari. Manfaat jinten hitam akan berlangsung selama 2 minggu terhadap organ yang terserang kanker.

Begitulah, pada dasarnya sumber daya alam tanah air kita memang besar sekali. Termasuk jinten hitam, tanaman berkhasiat tinggi dapat mudah tumbuh ditanah-tanah kita.

Tanaman Anting-anting

Anting – anting yang memiliki nama latin Acalypha australis L. Berfamili : Euphorceae. Juga memiliki nama daerah: Anting-anting
Inggris, Cina : Tie Xian. Tanaman anting anting memiliki Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris. Tanaman ini juga memiliki Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk. Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering. Adapun cara membudidayakan tanaman ini yaitu dengan cara :
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung. Adapun resep tradisional: 1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin. Tanaman anting anting masih banyak memiliki banyak lagi khasiat.

Manfaat Tanaman Andong

Andong yang memiliki nama latin : Cordyline fruticosa (L)A.Cheval. Dan memiliki nama daerah : Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi. Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor. Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Daun. Tanaman ini memiliki beberapa kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida. Khasiat: Hemostatik, Antibengkak. Dan juga memiliki nama simplesia: Cordylinae Folium. Resep tradisional: Batuk darah dan Haid terlalu banyak: Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Tanaman Andong ini sering disebut dengan Cordyiline fruticosa yang memiliki banyak khasiat.

Manfaat Tanaman Adas

Adas yang memiliki nama latin : Foeniculum vulgare Mill. Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua. Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 – 1.300 dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Buah Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol. Tanaman adas memiliki khasiat : Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba. Adapun beberapa resep obat salah satunya adalah Sembelit:Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir. Batuk: Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur. Sakit perut: Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali. Tanaman adas hampir dilupakan banyak orang padahal tanaman ini masih banyak memiliki khasiat.

manfaat pinang (areca catechu)

Pinang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita antara lain air rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan ( kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai- Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memeperkecil pupil mata. Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, dikecamatan Air Besar Kalimantan Barat.   Sementara bagi masyarakat Papua umumnya, pinang muda digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Selain sebagai obat penguat gigi, masyarakat pesisir pantai desa Assai dan Yoon-noni, yang didiami oleh suku Menyah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji pinang muda digunakan sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu.   Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain itu umbut dapat juga dimakan sebagai lalab atau acar.

 

Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun digunakan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi.   Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.   Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0 ,3 – 0 ,6 %, alkaloid, seperti arekolin (C 8 H 13 NO 2 ), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15 %, lemak 14 % ( palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50 % lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, sehingga bersifat memabokkan bagi penggunanya. Mengingat kandungan kimia tanaman pinang (alkaloid arekolin) mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.

Berikut detail cara dan penggunaanya:

Biji (Binglang):
– Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis.
– Perut kembung akibat gangguan pencernaan.
– Bengkak karena retensi cairan (edema).
– Rasa penuh di dada.
– Luka.
– Batuk berdahak.
– Diare.
– Terlambat haid, Keputihan.
– Beri-beri, edema. Malaria.
– Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.

Daun:
– Tidak napsu makan.
– Sakit pinggang (lumbago).

Sabut:
– Gangguan pencernaan (dyspepsia).
– Sembelit.
– Edema dan beri-beri.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus.
Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.

CARA PEMAKAIAN:
1. Cacingan:
30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan
perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum
sekaligus sebelum makan pagi.

2. Luka: Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.

3. Kudis:
Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai
menjadi adonan seperti bubur. Dipakai untuk memoles bagian tubuh
yang kudis.

4. Koreng:
Pinang, gambir, kapur sirih masing-masing sebesar telur cecak,
tembakau sebesar ibu jari dan 1 lembar daun sirih segar.
Bahan-bahan tersebut dicampur ialu digiling halus. Lumurkan pada
koreng yang telah dibersihkan.

5. Disentri:
Buah pinang yang warnanya kuning muda dicuci lalu direndam dalam
1 gelas air selama beberapa jam. Minum air rendaman pinang.

6. Membersihkan dan memperkuat gigi dan gusi:
Biji pinang diiris tipis-tipis. Kunyah setiap hari selama beberapa
menit, lalu ampasnya dibuang.

7. Sakit pinggang:
Daun secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan
minyak kelapa secukupnya, panaskan sebentar di atas api. Hangat-
hangat dipakai untuk mengompres bagian pinggang yang sakit.

8. Difteri:
1 butir biji pinang kering digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir
air panas dan 1 sendok makan madu. Setelah dingin dipakai untuk
kumur-kumur di tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.
Lakukan 3 kali sehari.

Efek samping:
Senyawa alkaloid yang dikandung pada buah cukup berbahaya untuk sistem syarat. Yang umum terjadi adalah mual dan muntah (20-30%), sakit perut, pening dan nervous. Untuk mengurangi kejadian muntah, minumlah rebusan obat setelah dingin. Efek samping yang jarang terjadi adalah luka pada lambung yang disertai muntah darah.
Tanda-tanda kelebihan dosis: Banyak keluar air liur (qalivation), muntah, mengantuk dan seizure.
Pengobalan: Cuci lambung dengan larutan potassium permanganate dan injeksi atropine. Untuk mengurangi efek racunnya, pemakaian biji pinang sebaiknya yang telah dikeringkan, atau lebih baik lagi bila biji pinang kering direbus dahulu sebelum diminum. Kebiasaan mengunyah biji pinang, dapat meningkatkan kejadian kanker-mukosa pipi (buccal cancer).

 

Manfaat kencur

Kencur

Tanaman ini mengandung : minyak atsiri: borneol, methyl-p-curamic acid, cinnamicacid ethyl ester, pentadecane, cinnamic aldehyde, camphene.

Kegunaan :

Obat tetanus: Siapkan rimpang kencur sebesar 3 jari. Tambahkan daun jinten setengah genggam dan daun ngokilo 18 lembar. Cuci bersih ramuan dan potong-potong seperlunya. Rebuslah dengan 3 gelas air bersih. Tambahkan 3 jari gula enau. Biarkan air perebusan hingga sekitar 3/4-nya. Air rebusan didinginkan, baru disaring dan diminum sebanyak 3/4 gelas. Sebaiknya ramuan ini diminum 3 kali sehari.

Kertacunan tempe bongkrek: Bahan yang disiapkan ialah rimpang kencur 1/2 jari, daun sambiloto 1/4 genggam, daun kumis kucing 1/3 genggam. Bahan dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebuslah bahan dengan 2 gelas air bersih hingga tinggal 1/4-nya. Dinginkan airnya lalu disaring. Minum 1-2 kali sehari. Sekali minum cukup 3/4 gelas.

Muntah-muntah: Siapkan 1,5 jari kencur. Cuci bersih lalu berikan untuk dikunyah penderita bersama sedikit garam. Sesudah halus kencur ditelan dan kemudian minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Keracunan jamur: Ambillah rimpang kencur 1 jari, daun sambiloto 1/3 genggam, dan daun jintan 1/4 genggam untuk mengobatinya. Tumbuk bahan sampai halus dan tambahkan air masak 3/4 gelas. Peras dan saringlah. Lantas minumkan ke penderita yang sudah muntah-muntah. Cukup diminum sekali sehari.

Khasiat lain: Jamu beras kencur biasa diminum untuk menambah daya tahan tubuh, menghilangkan masuk angin, dan kelelahan. (mrd)

Batuk. a> 3 potong kencur @ sebesar jari dicuci, kupas, parut, masukkan setengah gelas air dan garam, peras dengan kain. Minum setiap pagi dan sore @ 1 resep. b> Sepotong kencur sebesar jari, dicuci, kupas dan kunyah sampai lumat, airnya ditelan. Lakukan setiap pagi. c> Sepotong kencur sebesar jari dicuci, parut, beri 2 sendok makan air, peras airnya dengan kain. Cukup untuk 1 kali minum. Minum 2 kali selama beberapa hari. (4)

Sakit perut. Sepotong kencur sebesar jari dicuci, parut, beri 2 sendok makan air, peras airnya dengan kain. Cukup untuk 1 kali minum. Minum 2 kali selama beberapa hari. Untuk anak-anak gunakan setengah dosis. (4)

Batuk asmatis. a> 3 potong kencur @ sebesar jari, 7 tangkai patikan kerbau (Euphorbia hirta L.), 1 cangkir daun pegagan/antanan. Semua dicuci, haluskan, beri 1/2 gelas air, saring, beri gula batu. Minum sekali sehari sebelum sarapan. Ulangi sampai sembuh. b> Sepotong kencur sebesar jari, bebearpa helai daun sirih, beberapa batang akar alang-alang dicuci, lumatkan kencur. Rebus semua dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, beri gula batu. Bila akan diminum, beri sedikit air jeruk nipis. Minum pada sore hari. (4)

Bengkak (untuk ditempelkan). a> Kencur dicuci, lumatkan, tempelkan ke tempat yang bengkak, balut. Ganti dengan ramuan baru 2 kali sehari. b> Sepotong kencur sebesar jari, setengah biji pinang, asam kawak sebesar telur burung puyuh, 5 helai daun dadap, dicuci, lumatkan, tempelkan ke bagian yang bengkak, lalu dibalut. Ganti dengan ramuan baru 2 kali sehari. (4)

Jerawat. Sepotong kencur sebesar jari, sepotong temu lawak sebesar jari, 5 butir jintan, dicuci, lumatkan bersama sebuku jari asam kawak dan gula aren, seduh dengan segelas air. Setelah suam-suam kuku disaring dengan kain dan diberi air jeruk nipis. Minum pagi hari. Sebelum tidur wajah dicuci dengan air asam kawak atau air jeruk nipis. (4)

Nyeri haid. 2 potong kencur @ seibu jari, cuci, parut, rebus dengan 2 gelas air bersama sehelai daun trengguli, 1 cengkih dan 1/2 sendok teh adas sampai airnya tinggal setengah, saring. Untuk diminum separuh pagi dan separuh sore. (4)

Sakit perut saat diare (untuk ditempelkan). 2 potong kencur masing-masing sebesar jari, 3 bawang merah, kupas, parut. Bungkus dengan daun pisang, garang di atas api. Hangat-hangat dioleskan ke perut yang sakit.(4)

Masuk angin. Sepotong kencur dicuci, kupas, makan sebagai lalap. Lakukan 2 kali sehari. (4)

Migrain. Sepotong kencur sebesar jari, jahe 3 cm, lempuyang 3 cm, 1/2 sendok teh adas, 5 cm pulasari, cuci, lumatkan, beri 6 sendok makan air, saring dengan kain, beri madu. Minum 3 kali sehari @ 2 sendok makan. (4)

Pilek. Sepotong kencur sebesar jari, 2 bawang merah dikupas, cuci dan parut, beri 3 sendok makan air, peras. Airnya diminum 3 kali sehari. (4)

Pegal-linu. 7 potong kencur sebesar jari dicuci, kupas, memarkan rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Rebus 2 ons gula aren dengan 2 gelas air sampai larut, saring. 2 potong jahe sebesar ibu jari dicuci, kupas, memarkan. 5 butir kapulaga dicuci, 2 sendok makan penuh beras dicuci, angin-angin sampai kering, sangrai, haluskan, lalu diayak. Air kencur, air gula, jahe, kapulaga direbus besama, saring dan biarkan dingin, masukkan tepung beras halus. (4)

 SUMBER :

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.

Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.

Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.

Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.