Manfaat Talas

tal

1. Peluang dan Kandungan Gizi Talas

Talas di Indonesia pada umumnya merupakan makanan tambahan yaitu sebagai makanan diluar nasi dan sebagai bahan pembuat kue, sayur atau lauk pauk. Tetapi di Irian Jaya umbi ini
merupakan salah satu makanan pokok, juga di beberapa Pulau Pasifik seperti Melanesia, Fiji, Samoa dan Hawai.

Di Hawai talas yang disajikan sebagai bahan makanan pokok disebut poi yaitu talas yang dibuat getuk dan dicampur air kemudian difermentasikan sebelum dimakan. Di Filipina dan Kolumbia, talas merupakan bahan pembuat kue sedang di Brazil talas dibuat menjadi roti. Di Indonesia daun talas biasanya dibuat sayur yang disebut buntil. Penggunaan daun dan tangkai talas sebagai bahan sayuran biasanya dijumpai di pedesaan.

Talas merupakan sumber pangan yang penting karena selain merupakan sumber karbohidrat, protein dan lemak, talas juga mengandung beberapa unsur mineral dan vitamin sehingga
dapat dijadikan bahan obatobatan. Sebagai pengganti nasi talas mengandung banyak karbohidrat dan protein yang terkandung dalam umbinya sedangkan daunnya dipergunakan sebagai sumber nabati. Komposisi zat yang terkandung dalam 100 gram talas dapat dilihat pada Tabel 1 berikut :

Selain digunakan sebagai bahan pangan talas juga digunakan untuk minuman. Akar rimpangnya jika difermentasikan dan ditambah gula serta semacam jagung (Kaffir corn) dan air akan menjadi sejenis bir. Penggunaan talas sebagai obat tradisional adalah pembuatan bubur akar rimpang
talas yang dipercaya sebagai obat encok. Selain itu cairan akar rimpang sebagai obat bisul, sementara getah daunnya sering digunakan untuk menghentikan pendarahan karena luka dan
sebagai obat untuk bengkak. Pelepah dan tangkai daun yang dipanggang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi gatalgatal.

Pelepah daun juga diyakini mampu mengobati gigitan kalajengking. Bangsa Swati di Afrika biasa menanam talas dibelakang gubuk mereka untuk mencegah serangan rayap. Sebagai sumber pakan daun, tangkai dan pelepahnya dapat digunakan sebagai pakan babi. Daun, tangkai dan pelepah yang dipangkas secara berkala dipotongpotong, direbus sampai lunak bersama katul dan sisa makanan lainnya, kemudian diberikan kepada ternak tersebut setelah dingin.

2. Jenisjenis

Hasil Olahan Produksi Talas Talas berpotensi untuk diolah menjadi berbagai jenis
olahan antara lain :
a. Sebagai Makanan Pokok Talas dibeberapa daerah Indonesia merupakan makanan pokok pengganti nasi seperti Mentawai (Propinsi Sumatera Barat), Sorong (Propinsi Irian Jaya). Selain
Indonesia dibeberapa negara juga digunakan sebagai makanan pokok seperti di Melanesia, Fiji, Samoa, Hawai, Kolumbia, Brasil, Filipina. Di Hawai talas disajikan sebagai makanan pokok yang disebut poi yaitu talas yang dibuat getuk dan dicampur air dan kemudian difermentasikan
sebelum dimakan sedangkan di Brasil talas dibuat jadi roti.

Didalam program diversifikasi pangan karena merupakan salah satu tanaman sumber penghasil karbohidrat non beras dari golongan umbiumbian selain ubikayu dan ubijalar yang memiliki peranan cukup penting untuk penganekaragaman pangan. Kita mengetahui bahwa kebutuhan karbohidrat dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan sebagai akibat meningkatnya laju pertumbuhan jumlah penduduk. Penyediaan karbohidrat yang hanya bersumber dari beras saja tidak dapat mencukupi kebutuhan sehingga untuk mewujudkan ketahanan pangan perlu didukung melalui usaha peningkatan produksi umbiumbian; dan salah satu diantaranya talas.

Umbi talas sangat bermanfaat sebagai bahan makanan tambahan maupun sebagai penyangga bahan pangan bagi daerahdaerah pada saat terjadinya kelangkaan pangan (musim paceklik) misalnya yang diakibatkan oleh terjadinya kemarau panjang dan sebagainya.

b. Sebagai Sayuran
Selain itu bagian tanaman yang lain seperti daun dan batangnya juga dapat digunakan sebagai sayuran seperti buntil. Sedangkan akar rimpang maupun getah pada pelepahnya dapat juga dimanfaatkan sebagai obat tradisonal.

c. Sebagai Olahan Home Industry (Industri Rumah Tangga).
Tanaman talas telah dikenal lama oleh masyarakat luas sebagai bahan makanan dan bahkan telah menjadi komoditas perdagangan. Di beberapa daerah seperti di Jawa Barat, Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya umbi talas telah menjadi industri rumah tangga (home industry)
dalam bentuk ceriping, talas goreng, talas rebus, kolak dan sebagainya sehingga memiliki nilai ekonomi yang baik dan menguntungkan bagi para petani maupun pedagang yang mengusahakannya.

d. Sebagai Obat Tradisional
Manfaat talas lainnya adalah sebagai bahan obat tradisional. Seperti bubur akar rimpang talas dipercaya sebagai obat encok; cairan akar rimpang digunakan obat bisul; getah daunnya sering digunakan untuk menghentikan pendarahan karena luka dan obat bengkak. Pelepah dan tangkai daunnya yang telah dipanggang dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatalgatal, bahkan
pelepah daunnya juga dapat sebagai obat gigitan kalajengking. Bangsa Sawati di Afrika biasa menanam talas dibelakang gubuk untuk mencegah serangan rayap. Umbi talas dapat sebagai penguat gigi, hal ini dapat dibuktikan pada orang Melanesia ternyata giginya lebih kuat dan
bagus (mencegah kerusakan gigi) daripada mereka yang makanan pokoknya sagu dan bijibijian.
Karena makanan umbi talas menyebabkan kebasaan lebih tinggi.

Sedangkan keasaman adalah salah satu biang keladi rusaknya lapisan gigi. Jadi dengan tingginya kebasaan kemungkinan rusaknya lapisan pelindung gigi menjadi lebih kecil sehingga gigi menjadi tetap kuat, sehat dan bagus.

e. Sebagai Makanan Ternak
Talas ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan babi, terutama bagian daun, tangkai dan pelepah. Bagian tersebut dipangkas secara kontinyu, dapat digunakan sebagai makanan tambahan untuk babi. Cara menggunakannya daun dan tangkai dipotongpotong lalu
direbus sampai lunak bersama bekatul dan makanan lainnya.

f. Tepung Talas
Dewasa ini tepung talas sudah cukup banyak dijumpai di pasaran. Hal ini menunjukkan makin berkembangnya aneka ragam makanan di masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa yang menempatkan talas sebagai salah satu bahan dasar pembuatan makanan. Cara pembuatan tepung talas ini dengan menggunakan talas bentul, talas ketan dan talas lampung adalah sebagai
berikut; talas yang telah dipanen dikupas sampai bersih, kemudian dicuci menggunakan air. Setelah bersih umbi dirajang tipistipis dan dimasukkan kedalam larutan bahan kimia (natrium metabisulfit, asam sitrat dan asam askorbat) selama 20 menit. Selanjutnya hasil rajangan dikeringkan menggunakan cahaya matahari. Setelah kering rajangan digiling dan diayak untuk mendapatkan tepung talas.

g. Enyekenyek
Talas Enyek-enyek merupakan makanan ringan berbentuk seperti kerupuk dan popular di kalangan masyarakat Sunda. Namun demikian jenis makanan ini kemungkinan besar juga dapat dijumpai di seantero tanah air dengan nama yang berbeda. Bahan yang diperlukan meliputi tepung talas (1 kg), air (875 ml), bawang bakung (50 gr), bawang merah (100 g), cabai merah (75 g), ketumbar (10 26 g), telur ( 1 butir), garam halus (20 g) dan gula halus (30 g). Sedangkan alat yang diperlukan adalah mangkok, sendok, alat pengocok, alat pengukus dan kompor.

Cara pembuatannya, tepug talas ditambah air untuk membuat adonan. Kemudian bumbubumbu
bawang bakung (50 g), bwang merah (100 g), cabai merah (75 g), ketumbar (10 g), telur (1 butir), garam halus (20 g) dan gula halus (30 g) ditambahkan kedalam adonan, dicetak
dan dikukus. Tahap terakhir adalah memotongmotong hasil kukusan sesuai selera.

h. Dodol Talas
Hampir semua kalangan masyarakat di Indonesia mengenal jenis makanan ini. Dodol berbahan dasar talas ini juga mempunyai citarasa yang tidak berbeda dengan dodol pada umumnya yaitu manis dan agak lengket. Bahan yang diperlukan adalah tepung talas (200 g), kelapa 1 butir, garam dapur (4 g), gula pasir (300 g), gula merah (120 g), mentega (5 g), coklat (25 g), vanili (secukupnya) dan air ( 1 lt), gula halus (30 g). Sedangkan alat yang diperlukan adalah mangkok, sendok, alat pengocok, alat pengukus dan kompor.

Pembuatan dodol talas, santan kelapa encer dicampur dengan tepung talas dan garam dapur. Campuran tersebut kemudian ditambah dengan santan kelapa pekat. Selanjutnya gula pasir, gula merah, coklat, susu, vanili dan margarin. Adonan lalu dicetak dan didinginkan selama 1
malam. Sesudah itu adonan dipotongpotong.

i. Cheese Stick Talas
Cheese stick merupakan jenis makanan yang berasal dari luar Indonesia yang menempatkan keju sebagai pembentuk citarasa. Bahan yang perlu disiapkan adalah tepung talas 450 g,
keju 250 g, telur 4 butir, soda kue 1 sendok teh, garam 1 sendok teh, dan air 50 cc. Pembuatannya tepung talas dicampur dengan garam dan soda kue, diaduk dan ditambahkan keju parut, telur dan air. Selanjutnya dicetak dalam cetakan mie, dipotongpotong dan digoreng.

Tanaman Talas

talas

1. Syarat Tumbuh Tanaman Talas.

Di dalam pertumbuhannya, tanaman talas tidak menuntut syarat tumbuh yang khusus. Tanaman ini dapat tumbuh diberbagai jenis tanah dengan berbagai kondisi lahan baik lahan becek (talas bogor) maupun lahan kering. Tanah yang memiliki kandungan humus dan air yang cukup dengan pH antara 5,5 5,6 sangat cocok untuk budidaya tanaman talas. Tanaman talas dapat tumbuh pada ketinggian optimal antara 250 1.100 meter dpl. Talas juga dapat ditanam
diberbagai kondisi curah hujan, namun pertumbuhan tanaman akan lebih baik lagi apabila ditanam pada tempattempat yang hampir selalu dalam keadaan lembab dengan curah hujan ratarata 1.000 mm per tahun. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman talas adalah antara 21 hingga 27 0 C. Dalam mengusahakan tanaman talas terdapat hal yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu bahwa tanaman ini harus mendapat penyinaran matahari secara penuh selama pertumbuhannya.

Oleh karena itu tanaman talas ditanam di tempattempat yang terbuka karena jika ditanam pada tempat yang terlindung dimana tidak mendapat penyinaran matahari,
maka tanaman talas tidak akan tumbuh dengan baik dan produksinya tidak akan mencapai tingkatan optimal. Penyinaran matahari secara penuh minimum 11 jam per hari adalah sangat
baik untuk pertumbuhan tanaman talas.

2. Bibit

Perbanyakan yang umum dilakukan petani adalah secara vegetatif yaitu dengan menggunakan bibit yang berasal dari anakananakan yang tumbuh di sekitar umbi pokok. Perbanyakan secara vegetatif juga dapat dilakukan dengan menggunakan sulur atau dengan menggunakan pangkal umbi yang berada di bawah pelepah daun dengan cara mengikutsertakan sebagian tangkai daunnya.

Apabila bibit tanaman yang akan digunakan berasal dari anakan atau sulur maka setelah anakan/sulur tersebut dipisahkan dari umbi induknya jangan langsung ditanam, tetapi ditanam di persemaian terlebih dahulu dengan jarak tanam yang agak rapat. Kemudian bibit pada persemaian dirawat seperlunya sampai umbinya mulai terbentuk. Jika bibit dipersemaian akan dipindahkan, maka bibit tersebut digali dan sebagian akarnya dibuang, daunnya dipotong kecuali daun termuda yang masih kuncup. Bagian bawah umbi dipotong dengan menyisakan bagian umbinya yang berada dipangkal batang berikut akarakarnya. Umbi yang baik untuk digunakan sebagai bibit adalah yang berukuran besar dengan diameter + 6,5 cm karena umbi yang berukuran besar seperti itu akan lebih cepat tumbuh dan tanaman akan menghasilkan umbi, daun maupun anakan yang lebih banyak dan lebih besar.

Disamping dengan cara seperti tersebut diatas, perbanyakan tanaman juga dapat dengan menggunakan umbi yang dipotongpotong menjadi bagian yang tipistipis dengan ukuran berat masingmasing irisan 75 150 gram dan setiap irisan umbi tersebut minimum terdapat satu mata tunas. Irisan umbi tersebut biasanya tidak langsung ditanam sebab irisan bagian dalam (daging umbi) masih basah sehingga kemungkinan busuk sangat besar apabila langsung ditanam. Untuk menghindari hal tersebut maka setelah umbi dipotongpotong dianginanginkan agar bagian dalam dari irisan menjadi kering.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melapisi bagian dalam irisan dengan abu. Sebaiknya bibit yang mengalami proses tersebut tidak langsung ditanam tetapi disemaikan terlebih dahulu pada media pasir atau tanah yang baik. Pemindahan ke lapangan untuk dilakukan penanaman adalah setelah bibit di persemaian berdaun 2 3 helai. Pertanaman yang bibitnya berasal dari persemaian biasanya pertumbuhannya lebih seragam sebab daya tumbuhnya umumnya sama.

3. Pengolahan Tanah

Sama seperti pengolahan tanah pada palawija lainnya yaitu tanah dibajak atau dicangkul sampai gembur, dibersihkan dari sisa-sisa tanaman maupun rumput. Selanjutnya dibuat bedeng dengan lebar 120 150 cm dan panjang sesuai dengan keadaan di lapangan, tinggi bedeng 25 30 cm dan jarak antar bedeng 30 50 cm sekaligus 10 berfungsi sebagai saluran pemasukan maupun pengeluaran air. Tanaman talas bogor dapat diusahakan/ditanam di lahan sawah pada musim kemarau, di pekarangan, tegalan serta di pematangpematang sawah/ galengan, di pinggir
kolam, tepi selokan dan lainlain.

Jika penanaman dilakukan di lahan sawah, pekarangan atau tegalan, maka lahan perlu diolah terlebih dahulu sebaik mungkin dengan cara membajak atau mencangkul. Selanjutnya tanah dihaluskan lagi dengan pencangkulan kedua yang dilakukan sambil membuat saluran pembuangan air sepanjang tepi lahan/petakan dan dengan memotong bagian tengah lahan guna memudahkan pembuangan air yang berlebihan agar kondisi lahan tetap kering.

4. Penanaman

Saat bertanam talas yang tepat di lahan pekarangan atau tegalan adalah pada musim penghujan karena penanaman pada musim hujan yang dilakukan di pekarangan/tegalan, kebutuhan air untuk pertumbuhan tanaman akan selalu tercukupi. Sedangkan bertanam di lahan sawah dilakukan pada musim kemarau namun pada daerahdaerah yang mempunyai curah hujan yang hampir merata sepanjang tahun, penanaman talas dapat dilakukan setiap saat Jika pengolahan tanah untuk bertanam talas telah selesai, maka kegiatan yang harus dilakukan adalah membuat
lubanglubang tanam dengan ukuran kurang lebih 40 x 40 x 11 40 cm yang digunakan sebagai tempat penanaman bibit.

Isilah lubang tanam dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah matang, kemudian diaduk dengan tanah melebihi permukaan guludan/ bedengan. Jarak antara lubang yang satu dengan yang lainnya disesuaikan dengan jenis/varietas talas yang akan ditanam. Ukuran yang optimal untuk mendapatkan hasil maksimal adalah dengan jarak tanam sekitar 30 x 30 cm atau
sekitar 10 11 tanaman untuk setiap meter persegi. Namun jarak tanam yang dilakukan dapat disesuaikan dengan jenis/varietas yang digunakan sehingga jarak tanam dapat bervariasi misalnya 100 x 50 cm ; 75 x 75 cm dan 100 x 25 cm. Setelah bibit ditanam, kemudian lubang tanaman ditutup kembali dengan tanah. Usahakan agar bibit yang akan ditanam pada suatu areal lahan tertentu, ukurannya seragam agar nantinya pertumbuhan tanaman menjadi serempak dan saat panen juga bisa bersamaan.

5. Pemupukan

Pemberian pupuk organik dalam bentuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 1 kaleng per lubang tanaman sangat dianjurkan pada tanaman talas apalagi jika kondisi tanahnya padat dan keras, karena jenis pupuk tersebut dapat berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk organik yang sudah matang tersebut diberikan pada saat pengolahan tanah atau pada lubang tanaman. Pada umumnya petani belum terbiasa menggunakan pupuk anorganik buatan pabrik
12 dalam membudidayakan tanaman talas, padahal pemberian pupuk anorganik dapat memberikan peningkatan hasil secara mencolok.

Jenis pupuk anorganik yang dianjurkan adalah Urea, SP36 dan KCl masingmasing dengan dosis 100 kg per hektar. Sebagian pupuk anorganik diberikan pada waktu tanam dan bagian lainnya pada saat tanaman berumur 3 – 4 bulan. Pemberian pupuk adalah dengan cara ditugal sedalam
5 cm pada jarak 5 cm dari pangkal tanaman. Tentang manfaat pupuk anorganik yang mengandung unsur Nitrogen (N) pupuk Urea, Phospor (P) seperti pupuk SP36 dan Kalium seperti pupuk KCl untuk pertanaman talas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Nitrogen (N) : umumnya tanaman talas responsive
    terhadap pemupukan N baik pada pertanaman di lahan
    tegalan maupun sawah.
  • Phospor (P) : penambahan unsur P diperlukan terutama
    pada tanah yang kekurangan P karena penambahan unsur
    P ini akan menstimulir pertumbuhan anakan.

6. Pemeliharaan

Dalam pemeliharaan tanaman talas yang perlu diperhatikan diantaranya meliputi :

a. Penyulaman

Penyulaman dilakukan paling lambat 15 hari setelah tanam
dengan menggunakan bibit yang berukuran sama dengan
bibit yang digunakan sebelumnya.

b. Penyiangan

Penyiangan dilakukan apabila populasi gulma cukup tinggi sehingga dengan adanya sejumlah gulma diperkirakan akan dapat menurunkan hasil serta menjadi sumber berkembangnya hama dan penyakit. Biasanya penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada umur 1 bulan, 75 hari
dan 5 bulan setelah tanam. Penyiangan dapat dilakukan secara mekanis dengan menggunakan cangkul, mencabut atau membabat dan dapat juga secara kimiawi yaitu dengan menggunakan
herbisida.

c. Pemangkasan daun

Pemangkasan daun biasanya dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan. Tujuan dari pemangkasan daun adalah untuk meningkatkan produksi umbi talas serta memperoleh hasil sampingan berupa daun, tangkai dan pelepah talas yang dapat digunakan sebagai sayuran atau bahan pakan ternak. Untuk mendapatkan hasil umbi yang optimal sebaiknya pemangkasan daun yang dilakukan adalah pemangkasan ringan yaitu dengan memangkas daundaun tua dan menyisakan sekurangkurangnya 4 (empat) daun
termuda.

d. Pembumbunan

Pembumbunan dilakukan secara bertahap dengan cara meninggikan tanah yang berada disekitar pangkal tanaman talas yang dilakukan pada setiap bulan sekali sampai pada fase berumbi (keluarnya umbi). Pembumbunan diantaranya dimaksudkan untuk mengurangi jumlah
anakan yang terjadi yang dapat menjadi saingan bagi tanaman induk dalam memperebutkan makanan. Dengan demikian umbi yang akan dihasilkan memiliki ukuran yang besar, mutunya baik dan tingkat produksinya juga optimal.

e. Pengurangan anakan dan sulur
Anakan dan sulur pada tanaman talas selalu terbentuk dan timbul di sekitar tanaman induk. Jumlah anakan dan sulur harus dilakukan pengurangan karena jika dibiarkan maka akan menjadi tumbuhan talas baru yang akan menjadi saingan tanaman induk dalam memperebutkan makanan sehingga umbi yang diperoleh tanaman induk ukurannya akan lebih kecil, dan hasil per hektarnya akan berkurang.

Supaya tanaman induk tidak mengalami kerusakan pada saat mengambil anakan atau sulur maka cara mengambil anakan atau sulur tersebut harus dilakukan secara hati-hati yaitu dengan menggali tanah sekitar anakan dengan menggunakan sabit. Selanjutnya anakan atau sulur
tersebut dipotong dengan mengikut sertakan umbi dan sebagian akarnya; namun jangan sampai merusak akar dari tanaman induknya. Setelah anakan diambil, galian diurug kembali dengan tanah sekaligus sambil membersihkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Pengurangan anakan dan sulur kecuali dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman induk tidak terganggu; juga dimaksudkan sebagai penyediaan bibit dan untuk mendapatkan bahanbahan sayuran.

7. Pengairan

Talas yang diusahakan di kebun, tegalan dan dilahan sawah pada musim kemarau harus diperhatikan agar bisa mendapat air secara cukup. Pemberian air biasanya dilakukan dengan cara penyiraman. Pada tanaman talas yang diusahakan di kebun pada musim hujan maka pengairan tidak menjadi masalah; namun yang terpenting adalah harus dijaga agar dapat membuang air secara tuntas (tanah jangan tergenang). Oleh karena itu pembuatan saluran pembuangan disekeliling maupun dibagian tengah lahan harus dilakukan. Tanaman talas yang diusahakan di lahan sawah, pemberian air pengairan dapat dilakukan dengan cara menyiram air dari got yang berada di sekitar lahan atau dapat juga dengan cara menggenangi selama sehari semalam, kemudian air dibuang kembali sampai tuntas melalui saluran
drainase.

8. Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT).

Jenis organisme pengganggu tanaman (hama dan penyakit) yang menyerang pertanaman talas antara lain adalah :

Hama : Ulat Lundi
Penyakit : Bercak daun dan penyakit kering pada daun.

a. Hama

Kebanyakan jenis hama yang menyerang pertanaman talas adalah ulat/lundi yang merusak perakaran atau kulit dari umbi talas. Tanaman yang terserang ulat/lundi tersebut memperlihatkan gejala seperti layu daun. Pengendalian hama ulat ini biasanya dilakukan secara
mekanis yaitu dengan mencari dan memusnahkan ulat/lundi tersebut. Pencarian ulat/lundi dilakukan pada saat dilaksanakanya kegiatan pembumbunan.

b. Penyakit

Tanaman talas yang seringkali menderita gangguan penyakit adalah pada pertanaman yang diusahakan di lahan-lahan yang becek; sedangkan pada lahan yang kering umumnya hampir tidak pernah ditemukan adanya gangguan penyakit. Jenis penyakit yang biasanya menyerang pertanaman talas adalah : penyakit bercak daun, penyakit kering pada daun.

1. Penyakit bercak daun

Pada permukaan bagian atas daun yang terserang penyakit ini kelihatan adanya bercakbercak
berwarna merah coklat yang pada awalnya hanya berupa titik ungu yang kadangkadang
dikelilingi seperti bentuk cincin yang berwarna kuning. Semakin lama titik yang berwarna kuning tersebut semakin melebar dan mengeluarkan cairan kental, akhirnya daun menjadi
kering dan daun yang terserang penyakit nampak seperti disobeksobek. Cara pengendaliannya adalah dengan membuang bagian daun yang terserang, kemudian dibakar; atau dapat juga secara kimiawi yaitu dengan menggunakan Fungisida.

2. Penyakit kering pada daun

Pada permukaan bagian atas atau tepi daun yang terserang mulamula nampak bintikbintik
berwarna coklat muda. Kemudian bintik-bintik tersebut berubah menjadi bercakbercak
tanpa dikelilingi semacam cincin sebagaimana yang terjadi pada serangan penyakit bercak daun. Lamakelamaan bercak akan semakin melebar. Bercak-bercak yang letaknya berdekatan akan
menyatu dan akhirnya daun menjadi kering. Jika serangan dimulai dari tepi daun maka pada tepi daun tersebut akan nampak terlipat ke atas.

Serangan kedua jenis penyakit tersebut dapat menyebabkan terhalangnya pembentukan umbi talas sehingga umbiumbi yang diperoleh menjadi kecil-kecil dan produksi umbi maupun produksi daunnya akan menurun. Cara pengendalian kedua penyakit tersebut dapat dilakukan dengan pemberantasan langsung misalnya penyemprotan dengan menggunakan Fungisida,
pemusnahan terhadap tanaman yang terserang penyakit dan tidak menanam talas untuk jangka waktu tertentu sekurangkurangnya satu musim. Pemberantasan juga dapat dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan memusnahkan daundaun tanaman yang terserang penyakit atau dengan menanam jenis talas yang tahan terhadap serangan penyakit tersebut.

9. Panen

Umbi talas mulai dapat dipanen setelah tanaman berumur antara 7 9 bulan yang ditandai dengan mengeringnya daun. Pemanenan talas pada umumnya dilakukan dengan cara memangkas daun dan menyisakan pelapahnya sepanjang 30 cm. Kemudian tanaman dibongkar
dengan cara menggali tanah di sekitarnya. Pembongkaran tanah harus dilakukan secara hatihati
agar umbi tidak terluka, karena jika terluka dapat mempercepat kerusakan pada saat umbi dalam penyimpanan.

Pada talas belitung cara panen dilakukan tanpa membongkar pohonnya. Caranya adalah dengan menggali tanah di sekitar tanaman dan melepaskan umbi anaknya dari induknya. Kemudian tanaman ditimbun lagi untuk kembali tumbuh setelah 3 4 bulan dan panen pada talas belitung ini tidak bermusim.

Apabila karena sesuatu hal tanaman talas yang sudah saatnya dipanen ternyata belum dapat dipanen; maka panen dapat ditunda dengan cara membiarkan umbi tetap di pertanaman. Namun seluruh pelepah daun tanaman yang belum akan dipanen dipotong. Tanaman talas yang dibiarkan di tempat seperti ini tanpa dibongkar tetapi hanya dipotong pelapah daunnya saja, dapat tahan sampai musim tanam berikutnya tanpa merusak umbi.

Cara penyimpanan dengan membiarkan umbi tetap berada di pertanaman seperti ini harus dilakukan secara hati-hati dan dengan penuh perhitungan karena apabila terlalu lama umbi disimpan, maka umbi tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman baru sehingga kualitasnya akan menurun baik kandungan gizinya maupun rasa umbinya. Hasil ratarata per hektar dari talas bogor yang dipanen pada saat tanaman berumur antara 68 bulan mencapai sekitar 57 ton umbi basah sedangkan jika panen antara umur 910 bulan hasilnya dapat mencapai 810 ton umbi basah, sedangkan Sente dan Kimpul dengan umur panen antara 4 5 bulan hasil yang diperoleh adalah antara 4 5 ton umbi basah per hektar.

index

10. Pasca Panen

Umbi talas yang sudah dipanen mudah rusak, talas yang sudah terlanjur dipanen tidak bisa bertahan lama tanpa pengolahan dan bila kita ingin menyimpan umbi selama beberapa waktu lamanya kita harus menjaganya dari kerusakan mekanis dan diusahakan ruang penyimpanan tetap kering. Di Mesir umbi talas disimpan selama 3,5 bulan pada suhu 7 o C.

Untuk jenis kimpul, umbi dapat disimpan didalam gudang sampai sekitar 2 bulan. Di pedesaan gudang penyimpanan dapat berupa kolong lumbung atau kolong balai-balai di dapur. Pada sekitar 6 minggu dalam penyimpanan umbi mulai bertunas, namun bila suhu cukup tinggi tunastunas ini akan mati.

Dalam penyimpanan, umbi kimpul akan mengalami susut berat. Makin rendah suhu, makin kecil susutnya. Pada suhu rendah, umbi dapat bertahan selama 9 minggu dalam penyimpanan.

Manfaat Daun Sirsak

Buah sirsak adalah buah yang tak asing bagi kita , buah yang berdaging putih dan ber air yang sangat segar rasanya. dibalik buahnya ternyata daun sirsak yang berwarna hijau sangat banyak manfaatnya.
Kita bisa menganggap ini sebagai bentuk kompensasi dari tidak dianggapnya daun. Dianggapnya daun sebagai bagian tidak penting dari sebuah pohon buah atau bunga. Daun sirsak mulai naik daun dari hasil penelitian yang telah dilakukan ahli bahwa daun sirsak mampu menjadi alternatif pengobatan bagi penderita kanker. Ini juga disinyalir lebih baik daripada kemoterapi hingga 100 kali lipat! Kandungan khasiat antikanker pada daun sirsak juga jauh lebih tinggi dibandingkan pada buah sirsak.

daun-sirsak

Khasiat alias manfaat antikanker yang lebih tinggi dari sirsak inilah yang telah membuat daun sirsak kemudian diolah dalam beragam bentuk. Pengolahan daun sirsak dapat berbentuk kapsul, seduhan teh, dan lain-lain. Semuanya sama-sama menyajikan manfaat dari daun sirsak. Ini melejitkan banyaknya perusahaan yang memberikan obat-obat herbal dan alternatif dalam pembudidayaan sirsak ini.

Penggunaan daun sirsak untuk obat sendiri sebenarnya mudah dan dapat dilakukan sendiri. Caranya cukup mengumpulkan daun-daun sirsak yang telah berwarna hijau tua. Setelah mengumpulkan daun-daun sirsak yang berwarna hijau tua ini, beberapa lembar daun sirsak direbus kemudian diminum selagi hangat. Tentu saja, ada beragam resep berbeda untuk jumlah seduhan daun sirsak pada setiap penyakit.

Pada setiap penyakit? Iya, benar. Daun sirsak ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengobati kanker dan sebagai antikanker saja. Tapi daun sirsak ini juga dapat digunakan menyembuhkan penyakit lain sebagai tambahan manfaatnya. Sebut saja: asma, asam urat, dan ambeien. Berikut akan dipaparkan beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan manfaat daun sirsak beserta takaran seduhan air rebusannya:

Khasiat dan Manfaat Daun Sirsak

  1.  Mengobati ambeien – Resepnya dengan seduhan sirsak bebas yang kemudian air rebusannya diminum.
  2.  Mengobati asam urat – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 6 hingga 10 lembar daun sirsak dengan 2 gelas air. Lalu, minum air rebusan tersebut.
  3.  Mengobati asma – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 7 lembar daun sirsak yang dibuat sarang oleh semut rangrang. Setelah itu, minum air rebusan tersebut.
  4.  Manfaat daun sirsak untuk Mengobati kanker – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 10 lembar daun sirsak dengan 3 gelas air hingga tereduksi menjadi  1 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut, khasiat dan manfaat daun binahong.
  5.  Mengobati sakit pinggang- Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 20 lembar daun sirsak dengan 5 gelas air hingga tereduksi menjadi  3 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut.
  6.  Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengobati infeksi – Resepnya dengan mencuci, menyobek, dan menyeduh 4 hingga 5  lembar daun sirsak dengan 4 gelas air hingga tereduksi menjadi  1 gelas air rebusan daun sirsak. Lalu, minum air rebusan tersebut.


Adapun setelah meminum rebusan dari daun sirsak sendiri, akan timbul rasa yang kurang nyaman. Rasa kurang nyaman itu berupa rasa panas di perut dan terus-menerus berkeringat. Perasaan dan reaksi yang terjadi ini mirip dengan kemoterapi yang mana sedang melawan kanker. Dikarenakan penggunaan daun sirsak sendiri adalah pengobatan alternatif / tradisional / herbal, maka hasilnya tidak bisa dalam semalam. Hasil dari penggunaan air rebusan daun sirsak akan terlihat minimal selama 2 minggu pemakaian. Bisa juga lebih. Agar lebih terpantau, lakukan pengecekan berkala pada dokter khususnya jika itu adalah penyakit yang terbilang berat. baca juga khasiat dan manfaat daun salam.

Di samping itu, daun sirsak juga memiliki manfaat untuk kecantikan dan kesehatan. Secara berturut-turut seperti manfaat daun sirsak untuk: menguatkan saraf, menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), menghambat virus, mengobati bisul, mengurangi stres dan menghambat mutasi gen. Tidak semua harus menggunakan air rebusan daun sirsak. Bisa juga hanya dengan meletakkan daun sirsak di atas penyakit luar semisal bisul.

Beragam khasiat daun sirsak ini tidak lepas dari kandungan daun sirsak itu sendiri. Daun sirsak sendiri mengandung annohexocin, anonol, acetogenins, annocatacin, anomurine, dan annomuricin. Masing-masing bisa membunuh sel-sel kanker dan juga beragam manfaat lainnya untuk melawan penyakit yang ada. Apakah buah sirsak memiliki kandungan yang sama? Jawabannya adalah iya. Dan penggunaannya disarankan memakan 1 buah sirsak setiap harinya. Itu barulah setara dengan air rebusan daun sirsak yang dipaparkan sebelumnya.

Melihat hal ini, tidaklah mengherankan betapa banyak yang mengemasi daun sirsak ini dalam bentuk ektrak daun dan kapsul. Ini bisa menjadi alternatif pilihan buat Anda yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menyiapkan air rebusan dan/atau mengumpulkan daun sirsak. Tapi, sebagai gantinya, Anda perlu membayar lebih dari yang diperkirakan, sekian artikel Temuan Khasiat Dan Manfaat Daun Sirsak Untuk kesehatan tubuh, semoga bermanfaat. Salam dari Buahku.

Manfaat Kecambah/Tauge

download

 Kecambah / tauge  banyak mengandung  sifat senyawa fitokimia. Kecambah mengandung senyawa antioksidan lengkap dengan perlindungan kekuatan yang luar biasa, terutama vitamin A, vitamin C dan vitamin E. Para ahli menyarankan, makan kecambah dalam keadaan mentah, karena memiliki zat muda masih utuh. Jika Anda tidak ingin makan kecambah mentah, seperti sup sayuran matang, masukkan tauge ke dalam sup sebelum memasak selesai. Dengan cara ini, kandungan vitamin C dan enzim dari kecambah yang rusak diperkirakan hanya 20 persen. Jika direbus lama, kerusakannya dapat mencapai sedikitnya 60 persen.
Berikut  manfaat kecambah  bagi  kesehatan:
1. Membantu memperlambat proses penuaan
beberapa ahli menegaskan, santaplah taoge dalam keadaan mentah, agar substansi peremaja tetap utuh. Jika Anda tidak ingin memakan dalam keadaan mentah, anda dapat merebus/mecelupkan sesaat pada air yang telah mendidih lalu ditiriskan. Jangan sampai layu/terlalu matang. Dengan cara itu, vitamin C dan enzim yang merusak diperkirakan hanya 20 persen. Jika direbus lama, kerusakannya dapat mencapai sedikitnya 60 persen. Kecambah adalah antioksidan kuat yang sangat padat sehingga perisai tubuh dari radikal bebas. Perlindungan ganda ini memperkuat kesimpulan bahwa kecambah merupakan sayuran yang membuat kita awet muda.
2. Mencegah penyebaran sel kanker
Rajin mengonsumsi kecambah dapat membantu para wanita untuk menghindari kanker panyudara. Kecambah kedelai kaya akan senyawa anti kanker. Senyawa genistin akan bekerja lebih efektif ketika sudah berbentuk benih kecambah dan akan menekan kanker. Saat itu, genistin akan bekerja secara aktif menghambat pasokan makanan bagi sel-sel kanker sehingga mereka mati.
3. Meningkatkan kesuburan
Kandungan vitamin E membantu mengurangi gangguan pramenstruasi, keluhan menstruasi, pramenopause, dan gangguan akibat menopause.
4. Sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan pencernaan keasaman lambung
Jika Anda selalu kembung setiap kali makan kacang, mungkin anda termasuk salah satu yang sensitif terhadap oligosakarida. Untuk mendapatkan gizi kacang-kacangan tanpa kembung, taoge mungkin salah satunya karena bersifat basa. Banyak serat dan air yang dapat mendorong limbah drainase di usus besar untuk menghindari bibit kanker tumbuh. Kacang yang sudah melalui proses pengencambahan akan menguraikan 90 persen rantai oligosakarida dari karbohidrat sederhana. Sehingga senyawa tersebut mudah diserap tanpa menghasilkan gas. Karena mengandung banyak serat dan air, tauge membantu mengalirkan kotoran di usus besar. Ini adalah kekuatan ganda tauge dalam memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran meninggalkan usus besar, tidak ada zat beracun dalam kotoran yang dapat diserap oleh tubuh. Hal ini yang dapat mencegah pengendapan zat beracun, merangsang berseminya benih kanker.
5. Untuk kecantikan
menghilangkan noda hitam pada wajah, jerawat, menyuburkan rambut, tubuh langsing, membantu meremajakan dan menghaluskan kulit.
6. Meningkatkan kepadatan tulang
Isi dari estrogen alami yang ditemukan dalam tauge berfungsi dengan sintesis estrogen dan tanpa efek samping. Estrogen dalam taoge justru bisa meningkatkan kepadatan tulang dan struktur tulang, serta mencegah rapuh tulang (osteoporosis).
7. Mengurangi kolesterol dalam darah
Ketika benih berkecambah dan kacang-kacangan, secara umum, tingkat saponinnya naik 450%. Para penyandang resiko stroke dan serangan jantung disebabkan oleh lemak darah melambung, dianjurkan untuk makan kecambah lebih banyak. Saponin dalam tauge akan menghancurkan kandungan lemak LDL tanpa mengganggu lemak HDL yang baik. Semoga bermanfaat. salam penulis.

Manfaat Pisang Kepok

images (1)
 
Banyak Orang beranggapan bahwa Amandel dalah jenis penyakit yang biasanya disembuhkan dengan cara operasi. Namun ada cara lain yang patut dicoba yaitu dengan menggunakan obat tradisional, antara lain dengan manfaat :
– 1 siung bawang merah dikunyah sampai halus lalu ditelan. Lakukan 3x sehari selama sebulan terus-menerus.
– Daun benalu yang tumbuh di pohon jeruk nipis (pecel) serta adas pulowaras (ramuan jawa yang banyak ditemukan di mbok jamu pasar-pasar tradisional). Keduanya ditumbuk sampai halus dan dicampur dengan air lalu disaring, kemudian minum air hasil saringan tersebut. Lakukan seminggu berturut-turut.
– Kulit buah manggis yang sudah dijemur terlebih dahulu sampai kering, kemudian direbus dengan air sampai mendidih dan dinginkan, tambahkan beberapa tetes minyak permen lalu gunakan untuk berkumur tapi ingat, jangan sampai tertelan airnya !!!
– Buah jeruk nipis yang sudah diperas, dan air hasil perasan tersebut dicampur dengan sedikit kapur sirih, kemudian aduk sampai rata. Minumlah ramuan ini pagi dan sore sampai amandel menyusut.
– Beberapa lembar daun sirih dan 2 sendok teh garam. Rebus keduanya dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga air berwarna kemerahan. Berkumurlah dengan air hasil rebusan tersebut, tentunya sudah didinginkan terlebih dahulu. Berkumur malam hari sebelum tidur dan pagi setelah bangun tidur, lakukan hingga amendel mengempis.
– Akar pisang kepok sebesar ibu jari ditumbuk dan ditambah garam secukupnya. Setelah halus, cmpurkan ke dalam setengah gelas air panas, lalu diperas dan disaring airnya. Minumlah ramuan ini 3x seminggu. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Manfaat sirih

Sirih

Sirih merupakan tanaman berkhasiat yang mampu mengobati beragam penyakit. Beberapa jenis sirih yang dikenal adalah sirih jawa dengan ciri daun lebih lembut, kurang tajam, dan hijau rumput; sirih belanda dengan daun besar, hijau tuam rasa, bau tajam dan pedas; dan sirih cengkeh dengan ciri kecil, daun kuning, dan rasa seperti cengkeh; sirih kuning; dan sirih hitam.

Sirih mengandung beberapa zat berkhasiat seperti minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allypyrokatekol, cineole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.

Karena kaya akan kandungan zat-zat berkhasiat, sirih memiliki beberapa khasiat sebagai berikut:

  • Memperlancar buang air besar

Siapkan daun sirih, jus daun sirih tersebut, campur dengan sedikit gula, susu, dan madu sebagai pemanis, lalu minum jus tersebut.

  • Meredakan sakit persendian

Daun sirih dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit pada syaraf, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak dan kelelahan. Untuk menyajikannya: jus beberapa daun sirih dan satu sendok madu, minum dua kali sehari.

  • Meredakan batuk

Sediakan 15 daun lembar daun sirih, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa ¾ air rebusan, minum dengan madu.

  • Mengobati bronkitis

Siapkan tujuh lembar daun sirih dan gula batu satu potong, rebus dengan dua gela air hingga bersisa satu gelas air, minum siang hari.

  • Mengobati luka bakar

Sediakan beberapa sau segar, peras air daun sirih, tambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar.

  • Meredakan mimisan

Jika mimisan, siapkan daun agak muda satu lembar dilumatkan, gulung untuk menyumbat hidung berdarah.

  • Mengobati bisul

Siapkan daun sirih secukupnya, cuci bersih, giling menjadi halus, oleskan pada bisul dan sekelilingnya, balut hasil olesan. Lakukan dua kali sehari.

  • Mengatasi matar merah dan gatal

Sediakan lima hingga enam lembar daun sirih, rebus dengan satu gelas air hingga mendidih. Air rebusan tersebut digunakan untuk mencuci mata. Lakukan sehari tiga kali hingga sembuh.

  • Mengobati koreng dan gatal-gatal.

Rebus 10 lembar daun sirih, saat hangat gunakan untuk mencuci bagian kulit yang luka.

  • Menghentikan pendarahan gusi

Sediakan 4 lembar daun sirih, rebus dengan dua gelas air, gunakan air rebusan untuk berkumur.

  • Mengobati sariawan

Bersihkan daun sirih segar sebanyak satu atau dua lembar, kunyah hingga lumat, buang ampasnya setelah selesai.

  • Menghilangkan bau mulut

Remas dua hingga empat lembar daun sirih, seduh, gunakan untuk obat kumur.

  • Mengobati jerawat

Tumbuk halus 7 – 10 lembar daun lembar, seduh dengan dua gelas air panas. Gunakan air rebusan untuk mencuci muka yang berjerawat, lakukan dua hingga tiga kali.

  • Mengobati keputihan

Sediakan 10 lembar daun sirih, rebus dengan 2,5 liter air, saat hangat gunakan untuk mencuci daerah kewanitaan.

  • Mengurangi ASI yang berlebihan

Olesi beberapa daun sirih dengan minyak kelapa, hangatkan di atas api hingga layu, tempelkan di seputar payudara yang bengkak hangat-hangat.

  • Menyembuhkan luka

Haluskan beberapa daun sirih, kompreskan pada luka dengan dibungkus kain atau perban. Biasanya luka akan sembuh dalam waktu dua hari.

  • Mengobati diare

Sediakan 4 – 6 daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa. Tumbuk semua bahan hingga halus, gosokan pada bagian perut. Lakukan hingga sembuh.

  • Mengobati sakit gigi

Rebus daun sirih dengan 2 gelas air hingga mendidih, dinginkan air rebusan. Gunakan air rebusan untuk berkumur.

tanaman advokat

Advokat yang sering dikenal dengan Persea gratissima Gaerin. Dan memiliki nama daerah : Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket. Adapun deskripsi tanamannya Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang. Advokat berhabitat pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Daun. Adapun beberapa kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman advokat yaitu Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E. Tanaman ini memiliki khasiat : Diuretik ; Anti bakteri. Tanaman ini memiliki nama simplesia : Perseae Folium. Adapun resep tradisionalnya Batu ginjal : Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Sakit perut dan Disentri : Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Advokat selain bisa dijadikan sebagai tanaman obat tradisional juga bisa dijadikan minuman seperti jus advokat.