Manfaat sirih

Sirih

Sirih merupakan tanaman berkhasiat yang mampu mengobati beragam penyakit. Beberapa jenis sirih yang dikenal adalah sirih jawa dengan ciri daun lebih lembut, kurang tajam, dan hijau rumput; sirih belanda dengan daun besar, hijau tuam rasa, bau tajam dan pedas; dan sirih cengkeh dengan ciri kecil, daun kuning, dan rasa seperti cengkeh; sirih kuning; dan sirih hitam.

Sirih mengandung beberapa zat berkhasiat seperti minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allypyrokatekol, cineole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.

Karena kaya akan kandungan zat-zat berkhasiat, sirih memiliki beberapa khasiat sebagai berikut:

  • Memperlancar buang air besar

Siapkan daun sirih, jus daun sirih tersebut, campur dengan sedikit gula, susu, dan madu sebagai pemanis, lalu minum jus tersebut.

  • Meredakan sakit persendian

Daun sirih dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit pada syaraf, pereda kejang pada otot polos, penekan pengendali gerak dan kelelahan. Untuk menyajikannya: jus beberapa daun sirih dan satu sendok madu, minum dua kali sehari.

  • Meredakan batuk

Sediakan 15 daun lembar daun sirih, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa ¾ air rebusan, minum dengan madu.

  • Mengobati bronkitis

Siapkan tujuh lembar daun sirih dan gula batu satu potong, rebus dengan dua gela air hingga bersisa satu gelas air, minum siang hari.

  • Mengobati luka bakar

Sediakan beberapa sau segar, peras air daun sirih, tambah sedikit madu, bubuhkan di tempat yang luka bakar.

  • Meredakan mimisan

Jika mimisan, siapkan daun agak muda satu lembar dilumatkan, gulung untuk menyumbat hidung berdarah.

  • Mengobati bisul

Siapkan daun sirih secukupnya, cuci bersih, giling menjadi halus, oleskan pada bisul dan sekelilingnya, balut hasil olesan. Lakukan dua kali sehari.

  • Mengatasi matar merah dan gatal

Sediakan lima hingga enam lembar daun sirih, rebus dengan satu gelas air hingga mendidih. Air rebusan tersebut digunakan untuk mencuci mata. Lakukan sehari tiga kali hingga sembuh.

  • Mengobati koreng dan gatal-gatal.

Rebus 10 lembar daun sirih, saat hangat gunakan untuk mencuci bagian kulit yang luka.

  • Menghentikan pendarahan gusi

Sediakan 4 lembar daun sirih, rebus dengan dua gelas air, gunakan air rebusan untuk berkumur.

  • Mengobati sariawan

Bersihkan daun sirih segar sebanyak satu atau dua lembar, kunyah hingga lumat, buang ampasnya setelah selesai.

  • Menghilangkan bau mulut

Remas dua hingga empat lembar daun sirih, seduh, gunakan untuk obat kumur.

  • Mengobati jerawat

Tumbuk halus 7 – 10 lembar daun lembar, seduh dengan dua gelas air panas. Gunakan air rebusan untuk mencuci muka yang berjerawat, lakukan dua hingga tiga kali.

  • Mengobati keputihan

Sediakan 10 lembar daun sirih, rebus dengan 2,5 liter air, saat hangat gunakan untuk mencuci daerah kewanitaan.

  • Mengurangi ASI yang berlebihan

Olesi beberapa daun sirih dengan minyak kelapa, hangatkan di atas api hingga layu, tempelkan di seputar payudara yang bengkak hangat-hangat.

  • Menyembuhkan luka

Haluskan beberapa daun sirih, kompreskan pada luka dengan dibungkus kain atau perban. Biasanya luka akan sembuh dalam waktu dua hari.

  • Mengobati diare

Sediakan 4 – 6 daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak kelapa. Tumbuk semua bahan hingga halus, gosokan pada bagian perut. Lakukan hingga sembuh.

  • Mengobati sakit gigi

Rebus daun sirih dengan 2 gelas air hingga mendidih, dinginkan air rebusan. Gunakan air rebusan untuk berkumur.

Iklan

tanaman advokat

Advokat yang sering dikenal dengan Persea gratissima Gaerin. Dan memiliki nama daerah : Apukat; Advocaat; Alpokat; Apuket. Adapun deskripsi tanamannya Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang. Advokat berhabitat pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Daun. Adapun beberapa kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman advokat yaitu Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E. Tanaman ini memiliki khasiat : Diuretik ; Anti bakteri. Tanaman ini memiliki nama simplesia : Perseae Folium. Adapun resep tradisionalnya Batu ginjal : Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Sakit perut dan Disentri : Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Advokat selain bisa dijadikan sebagai tanaman obat tradisional juga bisa dijadikan minuman seperti jus advokat.

Tanaman Anting-anting

Anting – anting yang memiliki nama latin Acalypha australis L. Berfamili : Euphorceae. Juga memiliki nama daerah: Anting-anting
Inggris, Cina : Tie Xian. Tanaman anting anting memiliki Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris. Tanaman ini juga memiliki Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk. Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering. Adapun cara membudidayakan tanaman ini yaitu dengan cara :
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung. Adapun resep tradisional: 1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin. Tanaman anting anting masih banyak memiliki banyak lagi khasiat.

Alang-alang

Alang alang yang memiliki nama latin Imperata cylindrica(L) Beauv.var.mayor(Nees) C.E.Hubb. Tanaman ini berfamili : Gramineae atau Poaceae. Alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv.var.mayor ), Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm. Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih. Waktu berbunga : Januari – Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang. Bagian yang digunakan untuk obat medis adalah akarnya. Kenyataannya, akarnya dapat digunakan untuk menurunkan temperatur, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal. Penelitian menemukan bahwa alang-alang mengandung mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol. Alang alang ini memiliki banyak khasiat untuk mengobati banyak penyakit.

Manfaat Tanaman Andong

Andong yang memiliki nama latin : Cordyline fruticosa (L)A.Cheval. Dan memiliki nama daerah : Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi. Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor. Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Daun. Tanaman ini memiliki beberapa kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida. Khasiat: Hemostatik, Antibengkak. Dan juga memiliki nama simplesia: Cordylinae Folium. Resep tradisional: Batuk darah dan Haid terlalu banyak: Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Tanaman Andong ini sering disebut dengan Cordyiline fruticosa yang memiliki banyak khasiat.

Manfaat Tanaman Adas

Adas yang memiliki nama latin : Foeniculum vulgare Mill. Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua. Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 – 1.300 dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Buah Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol. Tanaman adas memiliki khasiat : Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba. Adapun beberapa resep obat salah satunya adalah Sembelit:Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir. Batuk: Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur. Sakit perut: Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali. Tanaman adas hampir dilupakan banyak orang padahal tanaman ini masih banyak memiliki khasiat.

Manfaat Asam jawa

Tanaman Asam Jawa termasuk familia Caesalpiniaceae.Dapat ditemui di dataran rendah, di tepi-tepi jalan raya sebagai pohon perindang.

Untuk pengembangbiakannya dapat digunakan biji-bijian.

Nama lain :  tangkal asem (Sunda), celagi, acem

Tanaman ini mengandung : asam anggur, asam apel, asam tartrat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat, pectin.

Kegunaan :

Bisul: Asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam, bukan coklat) sebesar telur burung puyuh, direndam dalam 1 gelas air sehingga mengembang, 5 iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris, gula aren untuk pemanis. Semuan dididihkan sehingga airnya tinggal setengah. Diminum 1x sehari sampai sembuh. Untuk ditempelkan: asam kawak sebesar telur burung puyuh, sedikit garam dan sedikit minyak dicampur dan dilumatkan. Tempelkan ke bisul.

Jerawat: 12 helai daun sambiloto, 10 iris temulawak, kencur 5 cm, 1 1sendok teh adas, 10 helai daun jintan, semua dicuci. Lumatkan dengan asam kawak sebesar telur burung puyuh. Beri 1 2/2 gelas air, saring dan ampasnya diperas dengan kain. Minum 3x sehari. Untuk obat luar: asam jawa diberi air bersih, diremas-remas, disaring dan airnya dipakai untuk mencuri muka menjelang tidur malam.

Gatal berupa titik-titik merah bergelembung air:Delapan iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris dan gula aren direbus dengan segelas air, sampai airnya tinggal setengah. Masukkan asam kawak sebesar telur burung puyuh, aduk sampai asam keluar sarinya. Saring. Minum 1x sehari sampai sembuh.

Gatal pada bekas luka yang sudah kering:
Cara I: asam kawak dilembapkan dengan air bersih yang sudah matang, lalu digosokkan ke bekas luka yang gatal. Cara II: 1 sendok makan penuh daun asam, sepotong empu kunyit, dicuci, dilumatkan, ditempel ke bekas luka yang gatal.

Nyeri haid pada gadis remaja: Cara I: 10 iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris, gula aren untuk memperbaiki rasa, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Masukkan asam kawak sebesar telur burung puyuh. Aduk sampai asamnya mengembang. Sering, Diminum 1x sehari selama seminggu sebelum haid. Cara II: Asam kawak sebesar telur burung puyuh, 10 iris kunyit segar yang dicuci dulu sebelum diiris. Seduh dengan setengah gelas air. Tutup dan biarkan sampai hangat kuku. Saring. Ramuan ini untuk sekali minum. Lakukan setiap pagi dan sore. Catatan: Ramuan asam kawak jangan diminum oleh wanita hamil.

Haid bau anyir: Asam kawak sebesar telur burung puyuh dicampur dengan 10 iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris dan irisan gula aren. Seduh dengan segelas air. Aduk rata. Setelah dingin disaring. Diminum 1x sehari selama haid.

Batuk kering: 2 gelas daun asam, 2 gelas daun saga, 5 cm kayu manis Cina dicuci, direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Diminum siang hari, sebagai pengganti air minum biasa. Ulangi selama beberapa hari.

Sariawan: 1 cangkir daun asam muda, sepotong kunyit 5 cm. Semua dicuci, kunyit diiris. Rebus dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Supaya rasanya agak enak, boleh ditambahkan gula aren saat merebus. Saring. Minum pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.

Keputihan: Asam kawak sebesar kelereng, 25 helai daun beluntas dicuci, kunyit 5 cm dicuci, dikupas, sedikit gula aren. Daun asam dan kunyit dilumatkan, diseduh dengan 1/2 gelas air panas. Masukkan asam dan gula. Aduk-aduk sampai gula larut. Peras dengan kain. Diminum menjelang tidur malam setiap hari.

Campak: 1 gelas daun asam, 3 rimpang kunyit segar dicuci, diiris, sedikit garam dan gula aren. Semua direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum pagi dan sore. Ulangi seperlunya.

Borok (luka berair dan bernanah, gatal, dan pedih):Biji-biji asam dicuci, dikupas, dilumatkan. Tempelkan pada borok. (mrd)

SUMBER :

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.

Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.

Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.

Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.