buah kiwi

 

Buah kiwi terbagi atas 2 jenis yaitu kiwi hijau dan kiwi gold. Sesuai namanya, kiwi hijau mempunyai daging berwarna hijau
dan kiwi gold memiliki daging dengan warna kuning. Buah ini memiliki bentuk yang cantik pada bagian dalamnya, biji-biji kecel pada bagian dalam daging membuat daging buah ini terlihat cantik. Tidak heran, bila irisan daging buah kiwi biasa digunakan sebagai hiasan kue tart atau minuman.
Selain bentuknya yang cantik. Anda akan merasa segar dengan mencicip buah ini. Rasa asam manis dan kandungan air yang dimilikinya membuatnya disukai. Terlebih lagi kandungan gizi yang dimilikinya yang akan bermanfaat bagi kesehatan dan juga untuk kecantikan. Apa saja yang terkandung dalam buah kiwi?

Sehat dengan Kiwi

Berikut ini beberapa manfaat buah kiwi untuk kesehatan.
*
Memiliki kandungan vitamin C yang sangat besar
Kiwi mengandung 100 mg vitamin C dalam 100 gram beratnya. Sedangkan jeruk hanya memiliki kandungan vitamin C sebanyak 54 mg per 100 gram. Ini berarti kandungan vitamin C pada sebutir kiwi sama dengan 2 buah jeruk.
*
Kaya Antioksidan
Kandungan polifenol, karotenoid dan enzim-enzim lain membentuk antioksidan yang akan menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Hasilnya tubuh lebih sehat dan dapat terhindar dari banyak penyakit.
*

Mengandung Lutein dan Beta Karoten
Manfaat dari lutein dan beta karoten (vitamin A) adalah menjaga kesehatan mata. Maka dengan mengkonsumsi kiwi, fungsi penglihatan dapat terpelihara dengan baik.
*
Mengandung Kalium
Kalium berfungsi menjaga kesehatan jantung. Kiwi juga dapat membantu mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Mengontrol kolesterol dan kadar gula dalam darah.
*
Menghilangkan Masalah Pencernaan
Kiwi dapat membantu bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan. Buang air besar tidak teratur atau kembung dapat diatasi dengan mengkonsumsinya secara teratur.

Cantik dengan Kiwi

Selain untuk kesehatan, kandungan yang dimiliki dalam sebutir kiwi yang bermanfaat untuk kecantikan antara lain:

* Dapat digunakan sebagai masker yang akan membuat kulit menjadi lebih elastis dan segar.
* Mengkonsumsi kiwi dapat membuat kulit menjadi bersinar, mengurangi kerutan pada wajah, dan lingkaran hitam pada mata yang dapat mengganggu penampilan.
* Kandungan antioksidannya juga membuat kulit terlihat kencang dan awet muda.
* Biji kiwi menghasilkan minyal omega-3 yang biasa digunakan untuk kosmetik.

Iklan

tanaman gaharu

 

Gaharu merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup dapat diandalkan, khususnya apabila ditinjau dari harganya yang sangat istimewa bila dibandingkan dengan HHBK lainnya.  Nilai jual yang tinggi dari gaharu ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya.  Sebagai contoh, pada awal tahun 2001, di Kalimantan Timur tepatnya di Pujangan (Kayan) harga gaharu dapat mencapai Rp. 600.000,- per kilogram .  Pada tingkat eceran di kota-kota besar harga ini tentunya akan semakin tinggi pula.  Kontribusi gaharu terhadap perolehan devisa juga menunjukkan grafik yang terus meningkat. Menurut Balai Pusat Statistik, rata-rata nilai ekspor gaharu dari Indonesia tahun 1990-1998 adalah sebesar US $ 2 juta, dan pada tahun 2000 meningkat menjadi US $ 2.2 juta.

Gaharu dikenal karena memiliki aroma yang khas dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti parfum, pewangi ruangan, hio (pelengkap sembahyang pemeluk agama Budha & Kong Hu Cu), obat, dan sebagainya.

Masyarakat awam seringkali mengaburkan istilah gaharu dengan pohon gaharu.  Menurut SNI 01-5009.1-1999 gaharu didefinisikan sebagai sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi yang berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati sebagai akibat dari suatu proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada suatu jenis pohon, yang pada umumnya terjadi pada pohon Aquilaria sp. (Nama daerah: Karas, Alim, Garu dan lain-lain).

Gaharu diperdagangkan dalam berbagai bentuk, yaitu berupa bongkahan, chips dan serbuk.  Bentuk bongkahan dapat berupa patung atau bentuk unik (natural sculpture) atau tanpa bentuk sama sekali.  Demikian pula warnanya, bervariasi mulai dari mendekati putih sampai coklat tua atau mendekati kehitaman, tergantung kadar damar wangi yang dikandungnya dan dengan sendirinya akan semakin wangi atau kuat aroma yang yang ditimbulkannya.  Umumnya warna gaharu inilah yang dijadikan dasar dalam penentuan kualitas gaharu. Semakin hitam/pekat warnanya, semakin tinggi kandungan damar wanginya, dan akan semakin tinggi pula nilai jualnya.  Umumnya semakin hitam/pekat warna gaharu, menunjukkan semakin tinggi proses infeksinya, dan semakin kuat aroma yang ditimbulkannya.  Namun pedoman warna dan aroma ini tidaklah mutlak, karena dalam kenyataannya, warna ini dapat diakali dengan penerapan pewarna, sedangkan aroma dapat diakali dengan mencelupkan gaharu ke dalam destilat gaharu.  Sehingga hanya pedagang-pedagang yang sudah berpengalaman dan sudah lama berkecimpung dalam perdagangan gaharu sajalah yang dapat membedakan antara gaharu yang tinggi kualitasnya dengan yang lebih rendah kualitanya (kemedangan).

Di Indonesia, gaharu yang diperdagangkan secara nasional masih dalam bentuk bongkahan, chips ataupun serbuk gaharu.  Masyarakat belum tertarik untuk mengolah gaharu secara lebih lanjut, misalnya dalam bentuk produk olahan seperti destilat gaharu, parfum, chopstick, dan lain-lain, yang tentunya akan lebih meningkatkan nilai jualnya.

Gaharu dihasilkan oleh pohon-pohon terinfeksi yang tumbuh di daerah tropika dan memiliki marga Aquilaria, Gyrinops dan Gonystilus yang keseluruhannya termasuk dalam famili Thymelaeaceae.  Marga Aquilariaterdiri dari 15 spesies, tersebar di daerah tropis Asia mulai dari India, Pakistan, Myanmar, Lao PDR, Thailand, Kamboja, China Selatan, Malaysia, Philipina dan Indonesia.  Enam diantaranya ditemukan di Indonesia (A. malaccensis, A. microcarpa, A. hirta, A. beccariana, A. cumingiana dan A. filarial).  Keenam jenis tersebut terdapat hampir di seluruh kepulauan Indonesia, kecuali Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Marga Gonystilus memiliki 20 spesies, tersebar di Asia Tenggara mulai dari Malaysia, Peninsula, Serawak, Sabah, Indonesia, Papua New Guinea, Philipina dan kepulauan Solomon serta kepulauan Nicobar. Sembilan spisies diantaranya terdapat di Indonesia yaitu: di Sumatera, Kalimantan, Bali, Maluku dan Irian Jaya. Marga Gyrinops memiliki tujuh spesies.  Enam diantaranya tersebar di Indonesia bagian timur serta satu spesies terdapat di Srilanka.

Penyebab timbulnya infeksi (yang menghasilkan gaharu) pada pohon penghasil gaharu, hingga saat ini masih terus diamati.  Namun, para peneliti menduga bahwa ada 3 elemen penyebab proses infeksi pada pohon penghasil gaharu, yaitu (1) infeksi karena fungi, (2) perlukaan dan (3) proses non-phatology.  Dalam grup yang pertama, Santoso (1996) menyatakan telah berhasil mengisolasi beberapa fungi dari pohonAquilaria spp. yang terinfeksi yaitu: Fusarium oxyporus, F. bulbigenium dan F. laseritium.  Pada kasus 2 dan 3 muncul hipotesis yang menyatakan bahwa perlukaan pohon dapat mendorong munculnya proses penyembuhan yang menghasilkan gaharu. Tetapi hipotesis inipun masih memerlukan pembuktian.

Kualita Gaharu Indonesia secara nasional telah ditetapkan dalam SNI 01-5009.1-1999 Gaharu.  Dalam SNI tersebut kualita gaharu dibagi dalam 13 kelas kualitas yang terdiri dari :

  • Gubal gaharu yang terbagi dalam 3 kelas kualita (Mutu Utama = yang setara dengan mutu super; mutu Pertama = setara dengan mutu AB; dan mutu Kedua = setara dengan mutu Sabah super),
  • Kemedangan yang terbagi dalam 7 kelas kualita (mulai dari mutu Pertama = setara dengan mutu TGA/TK1 sampai dengan mutu Ketujuh = setara dengan mutu M3), dan
  • Abu gaharu yang terbagi dalam 3 kelas kualita (mutu Utama, Pertama dan Kedua).

Pada kenyataannya dalam perdagangan gaharu, pembagian kualitas gaharu tidak seragam antara daerah yang satu dengan yang lain, meskipun sudah ada SNI 01-5009.1-1999 Gaharu.  Sebagai contoh, di Kalimantan Barat disepakati 9 jenis mutu yaitu dari kualitas Super A (terbaik) sampai dengan mutu kemedangan kropos (terburuk).  Sedangkan di Kalimantan Timur dan Riau, para pebisnis gaharu menyepakati 8 jenis mutu, mulai dari mutu super A (terbaik) sampai dengan mutu kemedangan (terburuk).  Penetapan standar di lapangan yang tidak seragam tersebut dimungkingkan karena keberadaan SNI Gaharu sejauh ini belum banyak diketahui dan dimanfaatkan oleh para pedagang maupun pengumpul. Disamping itu, sebagaimana SNI-SNI hasil hutan lainnya,  penerapan SNI Gaharu masih bersifat sukarela (voluntary), dimana tidak ada kewajiban untuk memberlakukannya.

Pemanfaatan gaharu dari alam secara tradisional di Indonesia (Kalimantan dan Sumatera), akan menjamin kelestarian pohon induknya, yaitu hanya mengambil bagian pohon yang ada gaharunya saja tanpa harus menebang pohonnya.  Pemanenan Gaharu sebaiknya dari pohon-pohon penghasil gaharu yang mempunyai diameter di atas 20 cm.  Namun, sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar dan nilai jual dari gaharu, masyarakat lokal telah mendapat pesaing dari pebisnis gaharu dari tempat lain, sehingga mereka berlomba-lomba untuk berburu gaharu.  Akibatnya, pemanfaatan gaharu secara tradisional yang mengacu pada prinsip kelestarian tidak dapat dipertahankan lagi.  Hal ini berdampak, semakin sedikitnya pohon-pohon induk gaharu.  Bahkan di beberapa tempat, gaharu telah dinyatakan jarang/hampir punah.  Hal ini disebabkan oleh karena penduduk tidak lagi hanya menoreh bagian pohon yang ada gaharunya, tetapi langsung menebang pohonnya.  Diameter pohon yang ditebangpun menurun menjadi dibawah 20 cm, dan tentu saja kualita gaharu yang diperolehpun tidak dapat optimal.

Akibat semakin langkanya tegakan pohon penghasil gaharu, dalam COP (Conference of Parties) ke – 9 CITES (Convention on the International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) di Fort Lauderdale, Florida, USA (7 – 18 Nopember 1994) para peserta konferensi atas usulan India menerima proposal pendaftaran salah satu spesies penghasil gaharu (A. malaccensis) dalam CITES Appendix II.  Dengan demikian dalam waktu 90 hari sejak penerimaan/penetapan proposal tersebut, perdagangan spesies tersebut harus dilakukan dengan prosedur CITES.

Namun masalahnya, hingga saat ini gaharu yang diperdagangkan dalam bentuk bongkahan, chips, serbuk, destilat gaharu serta produk akhir seperti chopstick, pensil, parfum, dan lain-lain tidak dapat/sulit untuk dapat dibuktikan apakah gaharu tersebut dihasilkan oleh jenis A. malaccensis ataukah dari spesies lain.   Untuk mengatasi masalah ini, akhirnya ditempuh kebijaksanaan bahwa baik negara pengekspor maupun penerima tetap menerapkan prosedur CITES terhadap setiap produk gaharu, terlepas apakah produk tersebut berasal dari spesies A. malaccensis ataukah bukan.  Hal ini dikarenakan sebagian besar populasi spesies penghasil gaharu di alam sudah berada pada posisi terancam punah.

 

Manfaat Kayu manis dan Madu

Perpaduan kayu manis dan madu ternyata dapat menyembuhkan banyak penyakit. Untungnya bagi kita, keduanya bisa didapat dengan mudah dimana-mana dan tanpa efek samping. Para ilmuwan modern saat ini juga telah setuju akan khasiat kayu manis dan madu yang menakjubkan dalam menyembuhkan berbagai penyakit.
Para ilmuwan hari ini menyatakan bahwa walaupun madu itu manis, tapi jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat, tidak akan membahayakan penderita diabetes. Weekly World News, sebuah majalah di Kanada, edisi 17 Januari 1995, memberikan list berikut akan khasiat kayu manis dan madu, dari hasil temuan para ilmuwan Barat.
Penyakit Jantung
Oleskan madu dan bubuk kayu manis pada roti Anda, sebagai pengganti selai atau jelly, dan konsumsilah tiap sarapan. Ini bermanfaat dalam mengurangi kadar kolesterol dalam arteri dan menyelamatkan pasien dari sakit jantung. Bagi mereka yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, tapi jika  punya kebiasaan ini, akan membantu mereka untuk tidak mengalami serangan jantung berikutnya. Penggunaan secara teratur resep sarapan ini membantu meringankan sesak nafas dan memperkuat jantung.
Di Amerika dan Kanada, banyak perawat rumah telah sukses merawat para pasien dengan resep ini dan mendapati bahwa seiring bertambahnya usia, arteri dan pembuluh darah kehilangan fleksibilitasnya dan mulai tersumbat, tapi kayu manis dan madu memperbaiki arteri dan pembuluh darah.
Arthritis
Pasien arthritis bisa mengkonsumsi setiap hari, pagi dan malam, secangkir air hangat yang dicampur dengan dua sendok makan madu dan satu sendok makan bubuk kayu manis. Jika resep ini dikonsumsi secara teratur, bahkan arthritis kronis pun bisa sembuh. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Copenhagen University, ditemukan bahwa ketika para dokter merawat pasien mereka dengan paduan satu sendok makan madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan, ternyata seminggu kemudian, dari 200 pasien, 73 diantaranya sembuh total dari rasa sakit arthritis, dan dalam sebulan kebanyakan dari pasien yang tidak bisa berjalan atau bergerak karena arthritis, kemudian mulai bisa berjalan tanpa rasa sakit lagi.
Infeksi Kandung Kemih
Minumlah segelas air hangat yang dicampur dengan dua sendok makan bubuk kayu manis dan satu sendok teh madu. Larutan ini membunuh kuman-kuman dalam kantung kemih.
Demam
Pasien yang menderita demam biasa atau tinggi bisa mengkonsumsi segelas air hangat yang dicampur dengan satu sendok makan madu dengan ¼ sendok makan bubuk kayu manis tiga kali sehari. Jika dilakukan dengan teratur, akan menyembuhkan demam, batuk kronis dan melegakan sinus.
Sakit Perut
Madu dicampur dengan bubuk kayu manis dapat menyembuhkan sakit perut dan juga mengatasi luka pada perut (saluran pencernaan).
Perut Kembung
Berdasarkan penelitian di India dan Jepang, ditemukan bahwa madu yang dicampur dengan bubuk kayu manis dapat meredakan perut kembung.
Sistem Imun
Mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dapat meningkatkan sistem imun dan melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Para ilmuwan telah menemukan bahwa madu memiliki kandungan vitamin dan zat besi dalam jumlah banyak. Secara teratur mengkonsumsi madu akan memperkuat sel darah putih melawan bakteri dan virus.
Pencernaan
Bubuk kayu manis yang ditaburkan pada 2 sendok makan madu sebelum makan berkhasiat mengurangi asam lambung berlebih dan membantu proses pencernaan makanan berat.
Influenza
Seorang ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu mengandung suatu komposisi alami yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu.
Panjang Umur
Teh dicampur dengan madu dan bubuk kayu manis, jika dikonsumsi secara teratur akan memberikan khasiat panjang umur. Campurkan 4 sendok makan madu, 1 sendok makan bubuk kayu manis, dengan tiga cangkir air, kemudian panaskan seperti membuat teh. Minum ¼ cangkir dari larutan tersebut 3-4 kali sehari. Ini akan membuat kulit tetap segar, lembut, dan terlihat awet muda. Umur Anda akan lebih panjang dan bahkan ketika mencapai usia 100 tahun, Anda akan tetap mampu bekerja.
Jerawat
Campurkan 3 sendok makan madu dengan satu bubuk kayu manis menjadi suatu krim. Oleskan krim ini pada jerawat sebelum tidur dan basuhlah keesokan harinya dengan air hangat. Jika dilakukan setiap hari selama 2 minggu, ini akan mengenyahkan jerawat sampai keakarnya.
Infeksi Kulit
Mengoleskan madu dan bubuk kayu manis dalam takaran sama pada kulit yang bermasalah akan menyembuhkan eksim, kurap, dan semua jenis infeksi kulit.
Menurunkan Berat Badan
Setiap hari sebelum sarapan (perut masih kosong) dan setiap malam sebelum tidur, minumlah madu dan bubuk kayu manis yang dipanaskan dalam secangkir air. Jika dikonsumsi secara teratur, akan membantu menurunkan berat badan bahkan pada penderita obesitas parah. Selain itu, larutan ini jika diminum teratur akan mencegah lemak untuk berakumulasi dalam tubuh walaupun Anda makan makanan berkalori tinggi.
Kanker
Penelitian akhir-akhir ini di Jepang dan Australia telah mengungkapkan bahwa kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan sukses, dimana para pasien mengkonsumsi satu sendok makan madu dengan satu sendok teh bubuk kayu selama sebulan tiga kali sehari.
Letih Lesu
Penelitian akhir-akhir ini telah menunjukkan bahwa gula yang terkandung dalam madu lebih memiliki efek menyembuhkan dibandingkan mengganggu kesehatan. Manula yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan kadar yang sama, tubuhnya akan lebih segar dan berkonsentrasi penuh. Dr. Milton yang melakukan penelitian terhadap madu dan bubuk kayu manis, menyatakan bahwa setengah sendok makan madu dilarutkan ke dalam segelas air dan ditaburkan bubuk kayu manis, jika dikonsumsi setelah sikat gigi pagi dan sekitar jam 3 siang, akan meningkatkan vitalitas seseorang yang mengalami letih lesu dalam waktu 1 minggu.
Bau Mulut Tak Sedap
Orang-orang Amerika Selatan, hal pertama yang dilakukan tiap paginya adalah berkumur dengan satu sendok teh madu dan bubuk kayu manis yang dilarutkan ke dalam air hangat. Kebiasaan ini membuat nafas mereka tetap segar sepanjang hari.
Kehilangan Pendengaran
Mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dalam takaran sama setiap pagi dan malam akan memulihkan pendengaran yang bermasalah.
Resep-resep di atas sangatlah murah dan mudah untuk dilaksanakan. Jika Anda mengalami salah satu dari masalah kesehatan di atas, tidak ada salah dan ruginya untuk mencobanya, walaupun tidak menjamin kesembuhan 100% (kesembuhan ada di tangan Tuhan), dibandingkan menghabiskan banyak uang untuk obat-obatan kimia yang memiliki efek samping