manfaat daun talas

TANAMAN kimpul biasa dijadikan tanaman hias di halaman rumah. Tapi juga biasa tumbuh di semak-semak kuburan, tepi sungai sehingga terkesan sebagai tanaman tidak berguna. Tapi bagi yang tahu, tanaman kimpul memiliki banyak manfaat. Bahkan bisa dibilang sebagai tanaman ampuh yang mampu mengatasi penyakit menahun. Mereka yang terkena guna-guna, kesambet, kesurupan atau ketempelan roh jahat, bisa memanfaatkan kimpul sebagai penyembuh.

Tanaman kimpul atau talas hampir sama bentuknya. Daun kimpul malah juga biasa disebut daun talas. Penemuan resep daun talas sebagai obat tradisional sebenarnya sudah diwariskan turun-temurun di lingkungan bangsawan keraton.

Resep untuk menangkal kekuatan magis ini diberikan juru sembuh yang lama berpraktik di Sukoharjo, Surakarta. Bila mendapati orang sedang ketempelan atau punya sakit menahun, misalnya, ambil 2 lembar daun talas, kemudian diolesi dengan minyak jlantah (minyak goreng bekas) kedua permukaannya. Setelah rata lalu dipanggang di atas tungku atau anglo.

Bara di atas anglo juga perlu ditaburi dupa atau kemenyan. Menurut juru sembuh tersebut, bertujuan menetralkan energi negatif yang ada disekitar ruangan, juga energi yang berada pada daun talas tersebut. Setelah hangat-hangat kuku, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit (jika mengidap suatu penyakit) serta pada bagian perut jika ketempelan makhluk halus.

Sebelum daun talas ditempelkan, permukaan organ sebaiknya diusap dengan kapur sirih lebih dulu. Lebih baik kalau usapan itu melingkari tubuh penderita. Setelah ditempel dengan daun bakung, kemudian dililit dengan tali, bisa juga dengan menggunakan setagen. Selama proses pemanggangan sampai penempelan daun bakung, juga dilakukan pemanjatan doa pada Tuhan untuk minta kesembuhan. Dan selama itu pula kemenyan tetap dibakar.

Juru sembuh tersebut menuturkan, usaha doa mutlak diperlukan agar mendapat kesembuhan. “Sementara daun bakung, kemenyan serta injet merupakan sarana saja. Resep sederhana ini sudah saya praktikkan berkali-kali pada pasien saya,” kata juru sembuh tersebut.

Seorang wanita bernama Watik (34), misalnya, warga Semarang ini mengaku mengalami gangguan pendarahan pada vagina yang telah berlangsung lama. Bahkan sempat sempat menebarkan bau kurang sedap. Sudah bekali-kali menjalani rawat inap di rumah sakit, tapi tak juga sembuh. Bahkan juga sudah pergi ke berbagai juru sembuh. Tapi setelah menjalani terapi dengan daun talas selama 40 hari, sakitnya sembuh sedikit demi sedikit. Watik mengaku, kini penyakitnya malah sudah sembuh total.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s