buah cipluan

Deskripsi

Kandungan Buahnya yang rnentah dilaporkan beracun. Buah buninya berisi sari buah yang rasanya manis/asam dengan sedikit berbau asam, dapat dimakan keseluruhannya. Cangkang buahnya pahit rasanya dan tidak dapat dimakan. Buah buni itu berisi 0,8% asam sitrat, dan kaya akan vitamin A dan P, serta berisi kira-kira 30 mg vitamin C dan 2,8 mg vitamin B12 per 100 g bagian yang dapat dimakan, juga mengandung banyak pektin. Deskripsi Berperawakan terna tahunan, tingginya 0,5-2 m, dengan cabang-cabang yang menyebar, berusuk, berwarna keungu-unguan dan batang-bawah yang menjalar, berbulu rapat. Daunnya agak berhadapan, berbentuk bundar telur, berukuran (5-15) cm x (4-10) cm, pangkalnya berbentuk jantung, ujungnya luncip, pinggirannya rata atau bergerigi dangkal, tangkainya sama panjangnya dengan lembaran daunnya. Bungabunganya soliter, menggantung, muncul di ketiak daun, tangkainya 1 cm panjangnya, tangkai buahnya lebih panjang; daun kelopaknya bergigi lima, daun mahkotanya berdiameter 2 cm, bercuping 5 yang dangkal, berwarna kuning dengan 5 bercak besar berwarna lembayung-coklat di dalamnya, kepala sarinya berwarna lembayung; kepala putiknya agak berbentuk bonggol. Buahnya bertipe buah buni, berbentuk bulat, berdiameter 1–2 cm, berwarna kuning-jingga, tak berbulu, terbungkus oleh daun kelopak yang menggelembung (cangkang), berbulu lebat, berbentuk bulat telur, daging buahnya mengandung banyak sari buah. Bijinya banyak sekali berwarna kekuningan, berukuran sangat kecil.

Manfaat

Ceplukan yang buah buninya berwarna kuning-jingga sampai coklat pucat dimakan dalam keadaan segar atau dikumpulkan untuk dicampurkan secara utuh atau diiris-iris ke dalam salad buah dan koktail buah. Akan tetapi, buah ceplukan lebih sering direbus perlahan-lahan untuk dijadikan pastel, puding, “chutneys”, dan es krim. Rebusan buah dapat juga dikalengkan atau diolah menjadi selai atau agar-agar. Di beberapa negara, daunnya digunakan sebagai ramuan obat, dan di Meksiko, rebusan dari kelopak bunga digunakan untuk obat kencing manis.

Syarat Tumbuh

Persyaratan lingkungan yang dibutuhkan mirip dengan untuk tomat, tetapi kisaran suhunya tampak agak lebih dingin; tanaman ini tidak mati oleh embun beku yang ringan. Ceplukan ini juga dapat berbunga dan berbuah dengan baik dalam cuaca agak dingin; suhu yang tinggi merupakan pengganggu untuk berbunga dan berbuah. Oleh karena itu, di daerah dengan iklim musiman (juga di daerah-daerah subtropik) tanaman ini agak lama mencapai masa berbuahnya pada musim dingin. Di Indonesia, ceplukan dijumpai pada ketinggian yang berkisar antara 700–2300 m dpl., tetapi tempat tumbuh yang paling baik adalah di bawah 1500 m dpl. Cuaca mendung di banyak dataran tinggi dan naungan di hutan terbuka untuk tegakan ceplukan yang meliar kembali menggambarkan toleransinya terhadap tingkat cahaya rendah, tetapi tampaknya tumbuhan – ini berbuah paling baik di bawah cahaya penuh. Hujan yang moderat dan tanah aluvial yang subur menyebabkan pertumbuhan yang lebat dan memperlambat masa berbuah. Buah akan rusak jika terjadi cuaca lembap selama musim panen. Stres kelembapan dapat menyebabkan dormansi. Lahan yang disenanginya adalah tanah Iempung berpasir yang berperairan baik dengan kandungan bahan-bahan organik yang banyak.

Pedoman Budidaya

Perbanyakannya dengan benih yang berkecambah lambat dan tidak teratur. Perbanyakan secara vegetatif dengan menggunakan stek batang tua yang diperlakukan dengan hormon perakaran asam indolabutirat (IBA) 176, menghasilkan tanaxwan yang berbunga awal. Anjuran-anjuran untuk pembibitan adalah: bedengan tanah murni yang dinaikkan, sebelumnya telah dipupuk dengan balk, benih yang diperlukan 70 g%ha (200-300 benih/g), ditugat dalam barisan, jarak tanamnya 10-15 cm, kedalaman 0,3-0,5 cm, 4-C benih per 10 cm, tanahnya dipadatkan, sirami sedikit, diberi naungan atau mulsa, penjarangan atau pemangkasan seperlunya, dan pemindahtanaman setelah 6-8 minggu ketika tingginya 15-20 cm. Jarak tanam yang dianjurkan berkisar antara 0,9 m x 0,45 m dan 1,8 m x 0,9 m (2,5-0,6 tanaman/m2), terutama bergantung kepada upah buruh dan lamanya tanam itu direncanakan. Jarak yang lebar menghasilkan buah yang lebih besar, jarak yang rapat memberikan hasil awal yang tinggi.

Pemeliharaan

Pemakaian pupuk dasar dan/atau pupuk majemuk (misalnya NPK dengan perbandingan 5 : 13 : 5 sebanyak 50-100 g per tanaman) diberikan pada saat tanam. Pemupukan terakhir dengan amonium sulfat atau campuran NPK 5-135 pada stadium setengah dewasa dapat menguntungkan. Kebanyakan perakaran yang berfungsi menyerap hara berada dekat permukaan tanah, karenanya penanamannya hendaknya dangkal dan minimal. Di Selandia Baru, pemberian mulsa mendorong pertumbuhan dan hasil tanaman, meningkatkan retensi kelembapan, menekan pertumbuhan gulma dan mencegah persinggungan buah dengan tanah. Pada musim kering diperlukan pengairan. Tanaman mulai berbuah sekitar 3 bulan setelah tanam dan panen mungkin berlanjut sampai embun beku mengganggu (di daerah yang berletak lintang jauh dari ekuator), sampai meningkatnya suhu yang akan menekan pembungaan atau sampai stres kelembapan menyebabkan dormansi (di daerah dekat ekuator). Di daerah tropik, ceplukan dapat dipertahankan berproduksi melalui pemangkasan berat setelah mengalami dormansi, tetapi hasil tanaman sirung (ratoons) yang berurutan akan merosot dengan tajam, dan pada umumnya lebih ekonomis untuk memulaY tanaman baru dengan pergiliran penanaman lahan.

Hama dan Penyakit

Penyakit busuk akar terjadi pada tanah yang sistem pengaliran airnya kurang baik. Hama ulat pengerat (cutworms), ulat tongkai jagung (corn ear worms), tungau laba-laba merah (red spider mites), dan penyakit embun tepung (powdery mildew) dapat menyulitkan. Nematoda buhul akar (rootrzot nematodes) dan penyakit-peryakit virus dapat mengurangi vigor tanarrnan. Pergiliran tanaman yang tepat, penggunaan bahan-bahan. organik yang; cukup dan pemberian mulsa dapat rnemperkecil pengaruh-pengaruh yang jelek.

Panen dan Pasca Panen

Panen Buah dapat dipetik dengan tangan setiap 2-3 minggu sekali, asalkan tidak ba.sah karena hujan atau embun. Dapat diperoleh hasil yang lebih seragam dan matang sempurna jika dilakukan pemanenan dengan cara menggoyang-goyangkan rumpunnya dan mengumpulkan buah yang bercangkang yang telah jatuh ke tanah. Hasil Sebatang ceplukan mungkin dapat menghasilkan 300 butir buah; di India diperoleh hasil 79 ton/ha. Di Selandia Baru, tanaman yang diberi mulsa menghasilkan buah sampai 13 ton/ha. Penanganan pasca panen Buah-buah ceplukan mungkin perlu ditebarkan secara tipis-tipis selama kurang-lebih 2 hari sampai cangkangnya kering dan keriput. Tindakan ini akan mengurangi resiko pembusukan, baik buahnya maupun cangkangnya. Persiapan untuk dipasarkan mencakup pengupasan cangkang dan pengepakan dalam keranjang khusus (punnetf). Kemasan kecil yang menarik mungkin berisi buah-buah yang masih terbungkus cangkangnya yang kering. Buah ceplukan dapat diangkut dan disimpan dengan baik. Buah yang masih bercangkang, yang dikeringkan di bawah 30° C dapat disimpan selama 4-5 bulan, sedangkan buah segar tanpa cangkang dapat disimpan dalam wadah tertutup rapat dalam atmosfer kering selama beberapa bulan. Dapat disimpan di dalam peti tertutup dengan udara kering untuk beberapa bulan.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s