manfaat tembakau

Tembakau Hasilkan Protein Anti Kanker

Tembakau tidak selalu berkonotasi negatif sebagai penyebab kanker, ternyata tanaman tersebut dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker, kata peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), DR Arief Budi Witarto MEng, demikian seperti dikutip Antara.

Proposal penelitian soal inilah yang membawa Doktor Bioteknologi dari Fakultas Teknik, Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang itu meraih penghargaan dari Badan riset Jerman DAAD dan Fraunhofer di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam usulan risetnya itu Arief mencoba untuk memproduksi protein penting “Growth Colony Stimulating Factor” (GCSF) dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp., L.) lokal dari varietas yang paling sesuai “genjah kenongo” dari 18 varietas lokal yang ditelitinya.
Tanaman tembakau ini tidak diambil daun tembakaunya untuk memproduksi rokok tetapi dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, suatu hormon yang menstimulasi produksi darah.

“Protein dibuat oleh DNA dari tubuh kita, kita masukkan DNA yang dimaksud itu ke tembakau melalui bakteri, begitu masuk, tumbuhan ini akan membuat protein sesuai DNA yang dimasukkan. Kalau tumbuhan itu panen, kita dapat cairannya berupa protein,” katanya.

Selain untuk protein antikanker, GSCF, ujarnya, bisa juga untuk menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang sudah rusak.
Arief memang pakar di bidang rekayasa protein dan telah banyak menerima penghargaan, antara lain Paramadina Award 2005 untuk bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari Universitas Paramadina dan PII Engineering Award 2005 untuk kategori Adhicipta Rekayasa atau Best Creation in Engineering dari PII/Persatuan Insinyur Indonesia.

Sebelumnya ia juga telah menerima penghargaan lain yaitu Science and Technology Award 2003 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) dan Peneliti Muda Terbaik Indonesia 2002 untuk bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa dari LIPI.

Ia juga pernah terpilih dengan nilai tertinggi mewakili Indonesia bersama empat peneliti muda Indonesia lainnya dengan undangan resmi dari Pemerintah Jerman untuk menghadiri Pertemuan Para Penerima Hadiah Nobel di kota Lindau Jerman.

Iklan

tanaman jarak pagar dan manfaatnya

Jarak pagar, terutama bagian bijinya, memang mengandung racun yang cukup kuat sehingga lebih aman digunakan sebagai obat luar.

Ragam penyakit yang dapat ditaklukkan oleh biji tanaman asal Amerika Selatan ini cukup beragam, antara lain  menyembuhkan gatal-gatal, koreng,  jamur pada kaki, dan luka berdarah.

Selain itu, tanaman yang diharapkan mampu menjadi penghasil bahan bakar nabati ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak akibat terpukul, terkilir, dan rematik. Dengan penggunaan yang hati-hati, daun jarak pagar bahkan dapat digunakan sebagai obat pencahar ringan.

Minyak, Daun, dan Getah

Sesuai namanya, jarak pagar (Jatropha curcas) memang banyak ditanam sebagai pembatas halaman rumah alias pagar. Tanaman ini menyebar hampir di seluruh bagian dunia beriklim tropis dan dapat tumbuh di wilayah yang kurang subur serta kering sehingga dapat berperan dalam penghijauan lahan kritis.

Namun, manfaat jarak pagar yang tengah  hangat dibicarakan saat ini adalah potensinya sebagai sumber energi nabati (biofuel). Biji tanaman ini dapat diolah menjadi minyak jarak yang diproyeksikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi atau  bahan bakar fosil yang kian menipis ketersediaannya.

Sebelum ramai dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan maupun bahan bakar nabati, secara tradisional jarak pagar biasa digunakan untuk mengatasi penyakit luar.

Minyak yang terbuat dari biji jarak, digunakan untuk mengatasi gangguan pada kulit, bengkak, maupun terkilir. Minyak biji jarak pagar sebaiknya memang tidak digunakan secara oral (melalui mulut) karena mengandung racun yang membahayakan jika dikonsumsi.

Untuk mengatasi luka, dibutuhkan dua sendok teh minyak biji jarak pagar, ¼ sendok teh  belerang, sejari tangan kayu secang, dan dua sendok makan vaselin. Panaskan seluruh bahan sampai meleleh, dan aduk hingga merata. Pisahkan serutan kayu secang dan dinginkan sebelum dioleskan pada bagian yang luka.

Selain minyaknya, getah jarak pagar pun berkhasiat menghentikan perdarahan akibat luka. Getah jarak pagar bersifat antimikroba sehingga dapat mengusir bakteri seperti jenis Staphylococcus, Streptococcus, dan Escherichia coli.

Bagian lain dari jarak pagar juga dapat dimanfaatkan adalah daunnya, yaitu untuk mengatasi bengkak dan terkilir. Caranya, lumat daun jarak pagar sampai halus seperti bubur, kemudian balurkan pada bagian tubuh yang terkilir, bengkak, maupun luka.

Daun jarak pagar juga bisa mengurangi derita rematik. Untuk itu, dibutuhkan 10 lembar daun jarak segar yang telah dicuci bersih dan ditumbuk halus dengan air secukupnya. Lumuri bagian tubuh yang terkena rematik dengan bubur daun jarak dua kali sehari.

Masalah gatal di bagian kaki dapat juga diatasi dengan daun jarak pagar tapi perlakuannya sedikit berbeda. Sebelum ditempelkan pada bagian kaki yang gatal, daun jarak dilayukan terlebih dahulu di atas api kecil dan dilumatkan hingga hancur. Selanjutnya, balurkan lumatan daun jarak pagar itu pada bagian kaki yang gatal.

Mengatasi Keracunan Jarak

Tanaman jarak pagar mengandung senyawa yang daya racunnya cukup tinggi. Pada bagian biji, terkandung senyawa kursin dan toksalbumin, sedangkan di bagian daun ditemukan senyawa kaemfesterol, sitosterol, stigmasterol, amirin, dan tarakserol.

Dalam waktu singkat, gejala keracunan jarak pagar akan mulai terlihat pada orang yang mengonsumsinya. Tandanya, rasa mual, muntah, diare, sesak napas, pusing, dan berkeringat dingin.

Meskipun sudah diambil minyak, ampas biji jarak tidak bisa dipakai langsung untuk pakan ternak karena masih mengandung racun. Sebaliknya, ampas biji jarak akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membasmi nematoda tanah karena masih mengandung sifat-sifat pestisida (racun hama).

Ampas biji jarak juga mengandung unsur nitrogen, fosfat, dan kalium yang cukup baik digunakan sebagai pupuk organik.

Pemanfaatan jarak pagar dengan dimakan sebaiknya  dilakukan secara hati-hati. Untuk mengatasi sembelit, daun jarak pagar dapat berfungsi sebagai pencahar ringan.

Caranya, kukus empat helai daun jarak pagar dan konsumsi rebusan daun jarak selama tujuh hari berturut-turut atau hingga sembelit berkurang. Namun, bagi penderita gangguan empedu, sebaiknya tidak menerapkan cara ini karena malah dapat menyebabkan mual dan sakit di bagian perut (mulas).

Bila sampai terjadi keracunan jarak pagar, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah merangsang penderita segera memuntahkan isi lambung.

Selain itu, masyarakat yang telah berpengalaman menghadapi situasi ini biasanya meminumkan air masak bercampur garam sebanyak-banyaknya pada penderita untuk menetralkan racun di lambung. Beberapa bahan alami juga dapat dimanfaatkan sebagai penawar racun jarak pagar, seperti madu, gula aren, air asam, dan kelapa muda.

buah dan tanaman sebagai obat jerawat

Jeruk Nipis                                                              

Buah ini sangat familier karena tiap orang pasti kenal dan karena sifatnya yg asam bisa jadi lebih percaya klo bakal ampuh bin jitu banget buat obat jerawat. Jeruk nipis itu mengandung beberapa senyawa kimia seperti limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral, dan asam sitrat yang katanya ampuh buat ngabisin tuh jerawat2..

cara pake-nya juga mudah bin gampang banget ni sob! Pilih buah jeruk nipis yang rada berumur (tua), lalu potong rata-rata. Usap deh… perlahan pada wajah berjerawat, sekitar 2-3 kali sehari…
gampang bin mudah ji toh?!! Boleh dicoba niyh…

Mentimun

heheh…berhubung buah ini beda… jadi ceritanya lebih banyak, dan lebih berbobot…

Selain enak dijadikan rujak, ternyata buah ijo ini punya kandungan yang bermanfaat banget untuk tubuh dan jerawat..hehehhe yaitu mengandung : 0,65 persen protein, 0.1 persen lemak dan 2,2 persen karbohidrat. Buah tanaman merambat ini juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Biji timun sendiri mengandung racun alkoloid jenis hipoxanti, yang berfungsi untuk mengobati cacingan.

 

Mentimun

Pemakaian luar

  • Sakit tenggorokan.
    Caranya, campurkan sedikit biji mentimun dengan sedikit garam. Kemudian tambahkan air. Gunakan campuran itu untuk berkumur. Jangan sampe ditelan yak!
  • Tekanan darah tinggi.
    Caranya, 2 buah ketimun segar dicuci bersih lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari. hehehe…klo yang ini jelas bisa ditelan sob!
  • Sariawan.
    Setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah. Lakukan secara rutin.
  • Membersihkan ginjal.
    Mentimun segar dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring. Airnya diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan mentimun.
  • Demam.
    Ambil mentimun secukupnya, dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diletakkan di atas perut.
  • Haid tidak teratur.
    Giling halus 10 lembar daun cocor bebek, 5 jari labu air, 5 buah majakan, 1 buah mentimun, 10 lembar daun dadap srep, 10 lembar daun sambaing colok, tambahkan air garam secukupnya. Kemudian diusapkan ke perut, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.
  • Jerawat.
    Buah mentimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan mentimun ditempelkan dan digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Lebih sering dilakukan, lebih bagus Lo!
  • Flek hitam bekas jerawat.
    Ambil ujung buah mentimum sepanjang kira-kira 5 cm, lalu parut. Ambil kunyit sebesar ibu jari, kemudian ditumbuk dan ambil airnya. Air kunyit itu dicampurkan dalam mentimum yang sudah diparut itu. Kemudian sapukanlah ke wajah. Lakukan setiap hari sampai flek menghilang. Atau, Anda bisa menggunakan spray toner buatan sendiri. Caranya, parut satu buah mentimun yang sudah dikupas. Saring dan ambil airnya, campurkan dengan dua sendok teh madu. Kemudian masukkan campuran itu ke dalam botol yang dilengkapi laat penyemprot. Semprotkan ke wajah dua kali sehar
  • Sebagai penyegar mulut.
    Setelah menyikat gigi, makanlah beberapa iris buah mentimun. Nafas Anda pun akan terasa segar.


Lidah buaya atau aloe vera memang sudah terkenal dengan berbagai khasiat ampuhnya, seperti untuk wajah. Kadar pH yang terdapat pada lidah buaya, bisa mengembalikan keseimbangan kulit sekaligus membersihkan kulit yang bernoda. Pas banget nih kalau kulit wajah kamu cenderung berminyak dan berjerawat, sob!

Caranya gampang bin jitu nih sob! cuma perlu baca yang berikut ini :

Ambil satu daun Lidah Buaya dan potonglah menjadi beberapa bagian. Kemudian iris kulit luarnya sebagian sampai tampak daging dan lendirnya yang putih. Nah oleskan saja dibagian yang muncul jerawat.

Jika anda cukup rajin melakukannya tiap pagi dan sore atau sebelum tidur, semoga jerawat anda bisa mengering dan hilang dalam 3 hari. Jika tak kunjung sembuh, segera hubungi dokter!


Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah tanaman asli amerika yang tumbuh subur di darah yang banyak mendapat sinar matahari langsung tetapi cukup kelembaban udaranya sehingga daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam. Warna buahnya ada yang hijau, ada pula yang putih. Belimbing wuluh mengandung kalsium oksalat, flavonoid, pectin, tanin, asam galat dan asam ferulat.

Cara pake-nya gini nih sob! Ambil 5 buah belimbing wuluh, cuci bersih kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu remas-remas dengan air garam secukupnya. Gosokkan pada wajah atau bagian tubuh lain yang berjerawat. Lakukan tiga kali sehari.

Belimbing wuluh dengan kandungan zat kimia di dalamnya(kalsium oksalat, sulfur, asam format etc…) berkhasiat untuk pengobatan beberpa macam penyakit, seperti:

  • Gusi Berdarah
    Konsumsi secara rutin belimbing wuluh yang segar atau bisa juga yang sudah di buat manisan
  • Jerawat
    Untuk pengobatan luar. Cuci 3 belimbing wuluh yang segar, di parut dan beri sedikit garam. Tempelkan parutan tadi pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari
  • Darah Tinggi
    * Siapkan 3 buah belimbing wuluh
    * Biji sriganding 25 gram, cuci bersih lalu tumbuk hingga halus
    * Masak 4 gelas air, tambahkan belimbing wuluh dan biji sriganding.
    * Dinginkan, lalu saring ramuan
    * Minum satu gelas sehari

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb) juga bisa digunakan untuk membasmi jerawat karena didalamnya terdapat komponen utama kandungan zat yaitu kurkumin dan minyak atsiri. Kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris, antiflamasi (antiradang), dan anti-hepatoksik (antikeracunan empedu). Sedangkan minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, bomeol, xanthorrhizol, dan sineal.

Bila ingin wajah tidak ternodai jerawat, ambil satu jari rimpang temulawak, cuci bersih dan potong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak 4 gelas lalu biarkan mendidih hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, dapat disaring dan diminum (dapat ditambahkan madu, biar lebih enak). Minumlah 2 x sehari dan sekali minum sebanyak satu gelas.

Jagung (Zea mays) muda atau bengkoang. Parutan jagung muda atau bengkoang dioleskan ke bagian-bagian yang hitam lalu diamkan sampai mengering.

Jerawat jenis komedo dapat dihilangkan dengan masker peel off dari gelatin buatan sendiri. Bahan-bahannya: satu sendok makan bubuk gelatin yang bisa dibeli di pasar swalayan, dua sendok makan susu cair dingin, dan satu butir putih telur. Susu cair dingin dan gelatin dicampur lalu dipanaskan, jaga jangan sampai menggumpal. Setelah leleh, dinginkan sampai hangat, lalu campurkan dengan putih telur. Oleskan adonan tadi ke wajah, kecuali seputar mata dan bibir. heheh…disitukan nda ada komedonya…

Pohon pepaya sudah terkenal sejak dahulu sebagai tanaman berkhasiat atau herbal yang dapat meyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman berkhasiat ini selain pergunakan untuk obat tradisional, juga di pergunakan untuk berbagai macam keperluan seperti memasak daging dan menambah nafsu makan. Setiap bagian pohon pepaya dapat dimanfaatkan, mulai akar, batang, daun, buah, bahkan biji buahnya.

Artikel ini hanya akan membahas manfaat daun pepaya, karena satu bagian ini pun sudah memiliki banyak manfaat dan daunnya pun mirip daun terlarang?? hihihi

Nih…rincian manfaatnya…

  • Pelembut daging.
    Para ibu rumah tangga mungkin sudah tidak asing lagi dengan khasiat daun pepaya untuk melunakkan daging. Kandungan getah (lateks) dalam daun yang akan meresap ke dalam daging dan melunakkannya. Caranya, masukkan daun pepaya dalam rebusan daging, atau bungkus daging dalam daun pepaya ketika direbus.
  • Obat jerawat.
    Tahukah Anda, daun pepaya juga dapat mengatasi jerawat yang membandel? Caranya, ambil 2-3 lembar daun pepaya tua. Jemur sebentar kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu, tambahkan satu setengah sendok air. Lalu oleskan ramuan tersebut pada bagian wajah yang terkena jerawat seperti memakai masker. Biarkan beberapa saat, kemudian bilas hingga bersih.
  • Menambah nafsu makan.
    Tak sulit membuat ramuan penambah nafsu makan ini, siapkan daun pepaya segar seukuran telapak tangan, sedikit garam, dan air hangat setengah cangkir. Semua bahan dicampur, ditumbuk atau diblender, kemudian disaring untuk diambil airnya kemudian diminum. Ramuan ini aman, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
  • Antikanker.
    Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker, sebagaimana dikutip dari Journal Society of Biology. Getah ini otomatis didapatkan saat kita mengkonsumsi daun pepaya, dimasak dengan cara apa pun.
  • Memperlancar pencernaan.
    Senyawa karpain yang dikandung daun pepaya ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.
  • Pengontrol tekanan darah.
    Caranya, ambil 5 lembar daun pepaya, rebus dengan setengah liter air. Rebus terus hingga tinggal tiga perempatnya. Dinginkan sebelum diminum. Jika perlu, tambahkan gula merah atau madu agar terasa lebih manis.
  • Obat demam berdarah.
    Campur 5 lembar daun pepaya, temulawak, meniran secukupnya, dan gula merah. Rebus hingga masak, kemudian dinginkan sebelum diminum.
  • Obat nyeri haid.
    Ambil 1 lembar daun pepaya, asam jawa dan garam secukupnya. Rebus dengan segelas air hingga masak. Dinginkan sebelum diminum

Nama populernya kembang pukul empat. Tanaman yang cantik bin berkhasiat ini terkenal untuk mengobati jerawat. Dan tak hanya itu, bisul dan kencing manis, keputihan dan payudara bengkak, juga dapat di sembuhkan dengan tanaman ini.

Selain nama di atas, tanaman ini punya nama lain. Alias tanaman ini suka menyamar…hihihi…Kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); Kederat, segerat, tegerat (Jawa), Kupa oras, cako raha (Maluku); Bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Sulawesi); Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa (Sulawesi) dan Zi Mo li (China);

Pemakaian luar:

1. Untuk pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema, lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci. Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

2.Untuk Acute arthritis: akar segar direbus, minum. Bila badan panas, ditambah tahu, bila badan dingin ditambah kaki sapi, Bunga putih sebanyak 120 gr. direbus, minum.

3. Untuk bisul:
* Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
* 10 lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada bisul dan sekelilingnya, Ialu dibalut.
* Akar segar dibuang kuhtnya, kemudian dilumatkan dan ditambah gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).

4. Untuk jerawat:
buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan.
Wanita hamil dilarang pakai. Untuk merebus, tidak boleh memakai bahan dari besi (panci, sendok, dan lainnya)

manfaat kedele

KEDELAI pasti bukanlah makanan yang asing bagi Anda. Tapi, apakah Anda sudah memasukkannya dalam daftar diet Anda? Jika belum, ada baiknya mulai mengkonsumsinya. Kedelai merupakan sumber makanan yang lengkap. Kedelai mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, asam folat, kalium serta besi. Selain itu, protein yang dikandung kedelai terdiri dari semua asam amino essensial yang sangat diperlukan bagi kesehatan.

The Food and Drug Administration (FDA) menemukan manfaat kedelai dalam menurunkan kadar kolesterol di tahun 1999. FDA mengeluarkan klaim kesehatan bahwa 25 gram kedelai per hari bisa menurunkan risiko penyakit jantung.

Penelitian lain baru-baru ini, juga menunjukkan kalau kedelai berfungsi menurunkan risiko kanker prostat, kanker kolon, kanker payudara serta osteoporosis dan masalah tulang lainnya. Selain itu, kedelai juga efektif
meredakan gejala panas (hot flashes) akibat menopause.

Jika masih merasa kurang alasan untuk mengkonsumsi kedelai, berikut beberapa manfaat kedelai bagi kesehatan:

1. Kedelai merupakan makanan yang sangat baik bagi pengidap diabetes.

2. Kedelai sangat mudah dicerna dan merupakan salah satu makanan pembangun tubuh yang paling bernutrisi di dunia.

3. Makanan ini sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

4. Kedelai mempunyai kadar lecithin tinggi yang berguna untuk mengatasi kelelahan mental dan melawan terjadinya penimbunan kolesterol.

5. Lecithin telah diklaim efektif menurunkan kadar kolesterol darah melalui proses emulsi lemak. Karena itu sangat berguna dalam melawan pengerasan arteri serta komplikasi akibat penyakit jantung, otak, ginjal serta mata yang
bisa timbul.

6. Lecithin merupakan makanan otak, tonik serta sumber energi.

7. Hasil penelitian telah menunjukkan kalau pasien diabetes mengalami kemajuan pesat setelah ditangani dengan lecithin.

8. Lecithin juga dilaporkan efektif dalam mengatasi psoriasis.

9. Kalau dikonsumsi dalam jumlah cukup, lecithin berfungsi mencegah pembentukan batu ginjal.

10. Lecithin cair juga berfungsi menyembuhkan luka serta bintik-bintik merah pada kulit. Selain itu, lechitin juga terbukti efektif mencegah pellagra, penyakit yang ditandai dengan gangguan perut dan usus, masalah kulit serta gejala-gejala gangguan saraf seperti melancholia.

11. Kedelai kaya akan linoleic dan linoleic acid (jenis lemak tidak jenuh). Karena itu, makanan ini sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit serta mengatasi berbagai kasus eksem.

12. Minyak kedelai murni efektif digunakan untuk mengatasi masalah kulit karena mengandung lecithin alami. Kedelai mengandung alkali 20 kali lebih banyak dibandingkan susu.

13. Lecithin berfungsi meningkatkan kandungan gamma globulin dalam darah. Gamma globulin ini berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi berbagai penyakit.


100 gram kedelai mengandung:

Vitamin A: 110 internasional unit (IU)

Vitamin B: Thiamine : 1.07 miligram

Niacin: 2.3 miligram

Vitamin C: sedang dalam penelitian

Kalisum: sedang dalam penelitian

Besi: 8.0 miligram

Fosfor: 586 miligram

Kalium: 540 miligram

Lemak: 18.1 gram

Karbohidrat: 34.8 gram

Protein: 34.0 gram

Kalori: 331

tanaman Pala

SEJARAH SINGKAT
Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.

MANFAAT TANAMAN

Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik.

Kulit batang dan daun
Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri.

Fuli
Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri.

Biji pala

Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempah-rempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntahmuntah dan lain-lainya.

Daging buah pala
Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade, selai pala, kKristal daging buah pala.

SYARAT TUMBUH

Iklim
Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun.
Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan, curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. Media Tanam
Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi.
Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 – 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik.
Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. Ketinggian Tempat

Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m, produksitivitas tanaman akan rendah.

PEDOMAN BUDIDAYA

Pembibitan
Perbanyakan Cara Generatif (Biji)
Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari:
Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya.
Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih, yaitu: (1) biji legitiem, yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui); (2) biji illegitiem, yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui, tetapi asal putiknya jelas diketahui; (3) biji Propellegitiem, yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon dewasa yang tumbuhnya sehat; (2) mampu berproduksi tinggi dan kw alit asnya baik.

Penyemaian

Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1,5 cm dan panjangnya 5-10 cm, tergantung biji pala yang akan disemaikan. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase.

Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh.

Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. Kemudian biji-biji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat, yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma).

Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak.

Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami.

Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. Agar tidak tergenang air, bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan.

Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan, yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang, maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan.

Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren)

Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok).

Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak, pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. Batang/cabang yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda.

Cara mencangkok (marcotern):
Pertama, Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya, batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar.
Kedua, Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti, maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa, bagian tengah dan bagian atas. Bila menggunakan pembalut dari palstik, maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah).
Ketiga, Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik, maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. Perbanyakan Cara Peyambungan ( Enten Dan Okulasi )

Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Sistem penyambungan ini ada dua cara, yakni:

Penyambungan Pucuk (entern, grafting)

Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu :
Pertama, Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar)
Kedua, pangkas atau kopulasi
Ketiga, Enten sisi (segi tiga)

Penyambungan mata (okulasi)

Penyambungan mata ada tiga macam yaitu:
Pertama, Okulasi biasa (segi empat)
Kedua, Okulasi “T”
Ketiga, Forkert

Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi), tanaman sudah dapat ditanam di lapangan.

Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting)

Dalam sistem penyusuan ini, ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Cara melakukannya adalah sebagai berikut:

Pertama, Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama.
Kedua, Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu.
Ketiga, Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia.

Setelah beberapa waktu, kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Dalam waktu 4–6 minggu, penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu, maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Setelah 4 bulan, batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. Jika telah tumbuh sempurna, maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan.

Perbanyakan Cara Stek

Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0,5% larutan hormaon IBA. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0,5%, biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0,6% dalam bentuk kapur. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0,6%, biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0,5%, maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran.

Pengolahan Media Tanam

Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya, di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif.

Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi.

Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m, dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur, yaitu dapat membentuk teras guludan, teras kredit/teras bangku.

Teknik Penanaman

Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan, bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu, bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam, kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah.

Bila bibit pala yang berasal dari cangkok, maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. Setelah bibit di tanam, lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam), terutama jika pembuatannya pada musim hujan, lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. Dalam menggali lubang tanam, lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah, sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. Setelah beberapa waktu, tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu, kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya.

Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9×10 m. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9×9 m.

Pemeliharaan Tanaman

Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman, maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam, lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa.

Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik.

Pada akhir musim hujan, setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. Pada waktu tanaman masih muda, pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP, Urea dan KCl. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua, pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.

Sebelum pemupukan dilakukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon), kemudian pupuk TSP, Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan, setelah dilakuakan pada akhir musim hujan, maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman, tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

HAMA DAN PENYAKIT

Hama:

Pertama, Penggerek batang (Batocera sp)

Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejala : terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5–1 cm, di mana didapat serbuk kayu. Pengendalian : (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.

Memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor, dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali.

Kedua, Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman, masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Gejala : terjadinya bercak hitam pada permukaan batang, jika bercak hitam itu dikupas, maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang, insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut.

Ketiga, Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. Di dalam biji tersebut, telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.

Penyakit

Pertama, Kanker batang
Gejala: terjadinya pembengkakan batang, cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendalian : membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan dibakar.

Kedua, Belah putih
Penyebab : cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelahan

Ketiga, Gugur sebelum tua.
Gejala : terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklatcoklatan pada bagian kuliat buah. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Pengendalian : (1) membuat saluran pembuangan air yang baik; (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.

Keempat, Rumah Laba-Laba
Menyerang cabang, ranting dan daun. Gejala : daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. Pengendalian : memangkas cabang, ranting dan daun yang terserang, kemudian dibakar.

Kelima, Busuk buah kering
Penyebab : jamur Stignina myristicae . Gejala : berupa bercak berwarna coklat, bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi, yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm; pada kulit buah tampak gugusan-gugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras.
Pengendalian : (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi, misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon-pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabang-cabangnya yang berdaun rimbun, kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan, tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya; (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah; (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin, yakni 2–4 minggu sekali, baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini, fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb, karbendazim dan benomi.

Ketujuh, Busuk buah basah
Penyebab : jamur Collectotrichum gloeosporiodes, yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Gejala : buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah; gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. Pengendalian : dengan busuk buah kering.

Kedelapan, Gugur buah muda
Gejala : adanya buah muda yang gugur. Penyebab : penyakit ini belum diketahui dengan jelas. Pengendalian : dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida.

PANEN

Ciri dan Umur Panen

Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah.

Di Daerah Banda, dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun, yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan); panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berku alit as tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal.

Cara Pemetikan

Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar.

PASCAPANEN

Pemisahan Bagian Buah

Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan, buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah, fuli dan bijinya dipisahkan. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh; (2) yang kurus atau keriput; dan (3) yang cacat.

Pengeringan Biji

Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang), jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %.

Biji-biji pala yang sudah kering, kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji:
Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji.
Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji.
Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji.

Isi biji yang sudah kering, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah, yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji. c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat, misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui.

Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru, yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH 3 B 1 ) atau karbon bisulfida (CS 2 ) .

Pengeringan Bunga Pala (Fuli)

Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam, kemudian diangin-anginkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Warna fuli yang semula merah cerah, setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berku alit as tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula.

Pemecahan Tempurung Biji

Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

Pertama, Dengan tenaga manusia: Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus, sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. Dengan mesin: Cara ini banyak digunakan petani pala. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia, yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga, waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil.

Sumber: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

// <![CDATA[//

tanaman buah belimbing

Budidaya Tanaman Belimbing
(Averrhoa carambola L.)

Varietas:
Belimbing Demak, Sembiring, Paris, Dewi, dll.

Iklim:
Curah hujan tinggi atau daerah musim kemarau dengan perawatan baik.

Daerah: 0 – 500 m dpl.

Tanah:
Tanah bertekstur ringan hingga berat, sedikit berpasir, berdrainase
baik, dan agak asam, pH 5,0 – 6,0.

Perbanyakan :

Penyambungan

Untuk mendapatkan bibit yang sama seperti induknya sekarang, bibit
belimbing diperbanyak dengan penyambungan. Sebagai batang atasnya
diambil dari pohon yang sudah diketahui produktifitas dan mutu
buahnya tinggi. Rata-rata bibit yang berumur satu tahun sudah dapat
mulai berbuah tetapi sebaiknya bibit yang sudah kuat pohonnya yaitu
setelah 2 – 3 tahun yang boleh untuk berbuah.

Penanaman :

Jarak tanam untuk belimbing adalah 6 x 6 m.

Lubang tanam dibuat 80 x 80 x 100 cm beberapa minggu sebelum
penanaman. Biasanya dilakukan pada musim kemarau.

Sebagai campuran untuk tanah, tempat penanaman dapat dipakai pupuk
kandang sebanyak ± 0,3 m3.
Lubang tanam yang sudah diberi pupuk dasar dan sudah diangin-
anginkan beberapa hari siap untuk ditanami. Dengan bibit yang baik
dan cara penanaman yang tepat, kita akan mendapatkan tanaman
belimbing yang mampu memberikan hasil secara optimal.
Bersamaan dengan itu, bibit yang berumur 6 – 12 bulan, bisa ditanam
di lubang ini. Karena bibit ini umumya diperlihara dalam kantung
plastik, maka sebelum ditanam buka dulu pot plastiknya secara hati-
hati. Maksudnya, agar akar bibit tidak terganggu dan tanah yang
menutup akar tidak berantakan. Posisi bibit persis di tengah lubang
dan dikubur sebatas pangkal batang. Usahakan batas penanaman ini
sejajar dengan permukaan tanah di sekitarnya, untuk mencegah
menggenangnya air bila suatu saat hujan besar. Terakhir, tanah
dipadatkan sedikit sambil disiram. Untuk mengurangi penguapan air,
tanah dapat ditutup dengan jerami atau rumput kering. Peneduh juga
sebaiknya dipasang supaya bibit yang baru tidak mati kena sengatan
panas matahari.

Pemupukan:

Dosis pupuk per pohon menurut umur tanaman

Umur tanaman (th) Pupuk kandang (m3/th) NPK 15:15:15 (gr)
0 – 1 0,3 50 (tiap 3 bulan)
1 – 2 0,3 100 (tiap 3 bulan)
2 – 3 0,4 150 (tiap 3 bulan)
>3 0,05 50 (tiap 6 bulan)

Setelah memasuki masa produksi, formulasi pupuk dapat diganti dengan
pupuk yang berkadar P dan K lebih tinggi dari N karena unsur inilah
yang banyak dipakai tanaman untuk pembentukan buah, misalnya
formulasi pupuk 10-20-20. Frekuensi pemupukan bagi tanaman yang
telah berproduksi adalah 2 kali setahun yaitu pertama pada awal
musim hujan dan yang kedua pada akhir musim hujan atau saat memasuki
musim kemarau.                                      

Pemeliharaan:

Untuk mendapatkan buah belimbing yang bagus, penampilannya mulus,
dan rasanya manis, tanaman butuh perawatan yang memadai. Perawatan
tanaman dimulai sejak bibit ditanam hingga tanaman tidak berproduksi
lagi. Perawatan itu meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan
penjarangan buah.

Penyiraman

Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di
daerah yang sepanjang tahun mendapatkan hujan, tentu air tidak
manjadi masalah. Namun di daerah yang memiliki/mengalami musim
kering, kebutuhan tanaman akan air perlu mendapat perhatian.
Penyiraman dapat dilakukan dengan cara disiram sampai daerah sekitar
tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang
menyukai air tergenang. Oleh sebab itu tempat tumbuh tanaman harus
diberi sarana drainase yang baik. Bila ada kelebihan air, segera
dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang.

Pemberian mulsa

Untuk mempertahankan kelembaban dan untuk mengurangi penguapan air
tanah yang berlebihan, sebaiknya tanah diberi penutup. Pada umumnya
areal belimbing ditanami dengan rumput Taiwan sebagai mulsa. Rumput
yang diberikan tidak banyak dan ditanam bersamaan dengan penanaman
bibit. Seiring dengan pertumbuhan tanaman, rumput itupun berkembang.
Selanjutnya rumput dibiakkan sampai memenuhi areal penanaman
belimbing, kecuali di sekitar tajuk. Rumput-rumput lain (selain
rumput yang ditanam) yang dapat mengganggu atau merugikan tanaman
dapat dimatikan dengan manual atau herbisida selektif.

Pemangkasan dan pembuatan para-para.

1. Tujuan pemangkasan

Tujuan pemangkasan adalah untuk membentuk tajuk tanaman, meremajakan
tanaman berumur tua, membuang cabang atau ranting yang tumbuhnya
tidak beraturan, mendorong produksi buah, dan untuk memudahkan
panen. Memangkas tanaman biasanya dengan menggunakan gergaji untuk
cabang besar, gunting dahan untuk ranting.

2. Cara pemangkasan

Dilakukan dengan irisan miring ke atas. Dengan tujuan agar air
siraman maupun air hujan, langsung meluncur ke bawah. Dengan begitu
akan cepat kering, walaupun sempat terguyur. Luka pangkasan yang
lebar sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja, tapi sebaiknya
dilumuri dengan bahan pelindung seperti parafin, cat minyak, atau
ter, sehingga luka akan terhindar dari serangan bakteri. Terutama
berlaku untuk cabang atau dahan berukuran besar.
Dengan memangkas cabang-cabang bawah, diharapkan tanaman tumbuh ke
atas. Setelah tanaman mencapai ketinggian 175 cm, pemangkasan
dihentikan dan cabang-cabang dibiarkan tumbuh semestinya.
Pada saat itu dibuat para-para/ajir yang menopang cabang-cabang
tanaman. Tujuan pembuatan para/ajir ini agar cabang dan ranting
tidak melengkung ke bawah. Para-para/ajir ini akan terasa manfaatnya
bila tanaman sudah berbuah. Cabang/ranting akan tersangga cukup kuat
dan tidak akan melengkung atau patah meski tanaman sarat dengan
buah. Agar kuat, para-para/ajir dibuat dari kayu ulin atau pipa
besi. Setelah para-para/ajir dibuat, pemangkasan dapat dilanjutkan
yaitu memangkas cabang-cabang yang tumbuh di bawah atau ke arah
bawah para-para/ajir. Sedangkan cabang-cabang yang berada di atas
para-para/ajir dibiarkan tumbuh.

Agar buah berukuran besar dan mulus

Umur 1 tahun, tanaman belimbing sudah mulai berproduksi. Untuk
mendapatkan hasil yang optimal, pembuahan perlu ditunda. Maksudnya,
buah pertama sebaiknya dibuang semua, tidak ada buah yang dibiarkan
menjadi besar. Maksudnya agar tanaman tumbuh kuat dulu, baru pada
tahun kedua buah dipelihara dan dibesarkan. Buah pertama yang
dibiarkan membesar, sering kurang baik bagi tanaman. Tanaman akan
menjadi lemah dan mudah terserang hama/penyakit. Dengan ditundanya
pembuahan tanaman akan tumbuh kuat, dan tahun-tahun selanjutnya
tanaman mampu menghasilkan buah-buah yang bagus. Agar buah berukuran
besar, maka perlu penjarangan. Bila dibiarkan begitu saja, buah
tidak bisa berkembang secara optimal. Karena distribusi makanan
diperuntukkan bagi banyak buah, dan buah tidak leluasa berkembang
karena berdesakan. Penjarangan dimaksudkan agar buah lebih leluasa
berkembang dan distribusi makanan hanya untuk buah yang dipelihara.
Dengan demikian buah akan menjadi besar. Buah yang dipelihara adalah
buah yang sehat, tidak cacat, dan tumbuh pada cabang-cabang besar.
Sedangkan buah yang tumbuh pada ranting-ranting kecil, yang cacat
atau sakit, dibuang semua. Dalam penjarangan ini diusahakan tidak
ada buah yang menggerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan
hanya ada 100 buah belimbing yang dipelihara sampai besar. Dengan
demikian, buah benar-benar tumbuh maksimal pada cabang yang kokoh
sehingga buah tidak mudah rontok, atau cabang patah. Penjarangan
dilakukan saat buah sebesar 2,5 – 5 cm atau 5 – 10 hari setelah
bunga bermekaran.
Untuk mendapatkan buah belimbing yang mulus pada saat panen nanti,
maka buah harus dibungkus. Selain untuk menghindari hama/penyakit,
khususnya hama lalat buah, pembungkusan dapat membuat buah tampak
lebih bersih dan menarik. Kapan mulai melaksanakan pembungkusan buah
di pohon? Segera setelah penjarangan, buah harus sudah dibungkus.
Pembungkusan buah di pohon hendaknya dilakukan dengan hati-hati agar
buah itu tidak lepas dari tangkainya. Sebagai pembungkusnya dapat
digunakan kertas koran. Caranya, ambil selembar kertas koran selebar
1/4 halaman, lalu digulung. Besarnya lubang gulungan itu
diperkirakan mampu memuat buah belimbing yang berkembang maksimal.
Caranya bisa menggunakan bantuan botol atau gelas yang digulungkan
pada kertas koran itu.
Setelah gulungan terbentuk, gelas/botolnya dapat ditarik keluar.
Setelah itu, dengan hati-hati buah muda di pohon dibungkus dengan
gulungan koran tadi. Bagian pangkal (tangkai buah) maupun ujungnya
dapat dijepit dengan staples. Buah dibungkus satu per satu, sampai
buah di pohon terbungkus semua.

Pengendalian Hama:

Tanaman belimbing dapat terserang hama atau penyakit yang mengganggu
pertumbuhan tanaman. Pengendlaian hama dan penyakit harus dilakukan
sedini mungkin agar kerugian yang lebih besar dapat dihindarkan.

Hama

Hama yang sering menyerang tanaman belimbing adalah tungau. Hama
yang berukuran kecil ini biasanya bersembunyi di permukaan daun
bagian bawah. Tungau ini mengisap cairan tanaman dan meninggalkan
bekas titik-titik halus berwarna kecoklatan pada permukaan bawah
daun. Serangan berat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama
tungau hanya dapat diberantas dengan pestisida sistemik atau kontak
yang banyak tersedia. Selain itu, buah-buah muda umumnya peka
terhadap serangan lalat buah. Buah yang sudah terlanjur dihinggapi
lalat buah, tidak akan dapat diselamatkan, artinya kualitas buah
akan menurun. Satu-satunya jalan adalah mencegah serangan hama
tersebut. Untuk mencegah lalat buah, maka buah perlu dibungkus sejak
masih pentil. Sebagai tindakan pencegahan terhadap serangan hama-
hama yang merugikan, 2 minggu sekali tanaman disemprot pestisida,
yang takarannya disesuaikan dengan dosis yang tertera pada
kemasannya.

Penyakit

Kadang kala belimbing diserang cendawan jelaga yaitu pada musim
hujan dan udara lembab. Tandanya dapat terlihat jelas sebagai
lapisan hitam di atas permukaan daunnya. Untuk pencegahan dapat
dilakukan penyemprotan dengan bubuk sulfur atau bordeaux.

Pemanenan

Pada waktu pemetikan perlu dilakukan dengan hati-hati agar buah
tidak luka atau memar, karena hal ini akan mempengaruhi mutu
belimbing.
Oleh karena itu sebaiknya buah dipungut hati-hati, dengan memisahkan
buah yang kena penyakit dan buah yang sehat. Jangan dipetik terlalu
matang bila akan dikirim ke tempat jauh, dan buah yang sudah dipetik
hendaknya ditampung dalam wadah yang sebelumnya sudah dialasi dengan
kain bekas atau bahan lain seperti jerami.
Pemetikan buah dilakukan kira-kira 60 – 65 hari setelah bunga mekar,
buah berwarna kuning muda atau hijau kekuningan (kira-kira 25%
kuning dan 75% hijau). Pemetikan dilakukan pagi hari ketika suhu
udara tidak begitu panas. Agar buah tidak rusak, pemetikan hendaknya
dilakukan dengan hati-hati. Buah yang masih terbungkus koran ditarik
dengan tangan, kemudian dimasukkan ke dalam keranjang atau wadah
lain yang telah disediakan. Pengumpulan buah dari kebun sebaiknya
dilakukan di tempat teduh, terlindung dari sinar matahari, agar buah
terjaga kesegarannya.

Perlakuan buah setelah panen

Buah diangkut dari kebun dan diletakkan di tempat yang teduh.
Kemudian buah dilepaskan dari bungkusnya. Buah-buah yang cacat
dipisahkan dari buah yang baik. Klasifikasi mutu buah biasanya
ditentukan oleh penampilan (kemulusan buah) dan besarnya. Belimbing
ini digolongkan dalam 3 kualitas, yaitu kualitas A, B, dan
C.Kualitas A adalah buah yang berukuran besar, 1 kg hanya berisi 4
buah. Kualitas B, per kilogramnya berisi 6 buah, sedangkan kualitas
C 8 – 9 buah.
Selain itu, buah belimbing juga diklasifikasikan berdasarkan
warnanya. Indeks warna 1, buah berwarna hijau penuh. Indeks warna 2,
buah berwarna hijau kekuningan (warna kuning kurang dari 25%).
Indeks warna 3, buah yang memiliki warna kuning 26 – 55 %. Indeks
warna 4, buah yang memiliki warna kuning 76 – 100%. Yang terakhir,
indeks warna 5, sepenuhnya berwarna orange.
Pemisahan berdasarkan warna ini biasanya untuk tujuan ekspor. Buah
yang memiliki indeks warna 1 tidak layak untuk dijual karena rasanya
masih asam dan kelat. Buah berindeks warna 2 dan 3 adalah buah
belimbing yang cocok untuk ekspor karena masih bisa tahan lama dan
rasanyapun enak. Sedangkan buah yang memiliki indeks warna 4 dan 5,
tidak sesuai untuk ekspor, meskipun rasanya manis, karena tidak
tahan lama.
Bila untuk keperluan ekspor, buah dipilih yang bersih, mulus, keras,
dan pejal. Agar buah tetap terjaga mutunya sampai di pasar, yaitu
warnanya tidak berubah, tidak busuk atau rusak, dan buah tetap
pejal, perlu penanganan tersendiri. Setelah dipilih, buah dilap
dengan kain halus untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada
buah. Kemudian setiap buah dibungkus dengan film regang (plastik PVC
tipis, setebal 0,14 mm) yang berukuran 30 x 30 cm.
Buah yang telah dibungkus kemudian disusun dalam kotak/kardus yang
telah dilapisi spon. Buah disusun dengan pangkal buah di bawah
(berdiri), dan setaip kardus hanya berisi 18 – 24 buah. Selanjutnya
dus-dus berisi buah belimbing itu disimpan sementara di ruangan
dingin (kira-kira 50ºC), sebelum diangkut untuk diekspor. Dengan
sistem pembungkusan dan penyimpanan di ruangan dingin ini mutu buah
akan terjaga dan dapat tahan sampai 3 minggu.
Buah yang akan dipasarkan ke tempat jauh, sebaiknya dikemas rapi
dalam kotak khusus agar buah sampai di tempat tujuan dengan utuh.
Kotak alias peti ini biasanya dibuat dari kayu. Ukuran peti yang
terbaik 60 x 28 x 28 cm. Dinding peti jangan ditutup rapat tapi
diberi lubang yang jaraknya lebih kecil dari ukuran buah belimbing.

tanaman stroberi

Strawberry dan juga dikenal dengan nama arbei dari bahasa Belanda aardbei adalah sebuah genus tumbuhan dalam keluarga Rosaceae merupakan nama buah dari tanaman ini. Ada kurang lebih 20 spesies stroberi. Spesies yang paling umum ditanam untuk dijual adalah dari hasil penyilangan Fragaria × ananassa.

Buah stroberi berwarna hijau keputihan ketika sedang berkembang, dan pada kebanyakan spesies berubah menjadi merah ketika masak. Namanya berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige yang merupakan gabungan dari streaw atau “straw” dan berige atau “berry”. Alasan pemberian nama ini masih tidak jelas. Beberapa spesies Lepidoptera mengambil sumber makanannya dari tumbuhan stroberi, menjadikan spesies ini hama utama tanaman stroberi.

Prospek agribisnis strowberry di Indonesia cukup cerah dilihat dari daya serap pasar dan permintaan dunia dari tahun ke tahun yang terus meningkat.Karena itu tak mengherankan,bila para petani tampak mulai bergairah membudidayakan tanaman stroberi secara intensif seperti yang dilakukan petani di daerah Tawangmangu Kab. Karang Anyar, Sukabumi, Cipanas Kab.Cianjur, Lembang dan Rancabali Bandung, Batu Kab.Malang dan Bedugul (Bali).

Adapun syarat tumbuh bagi tanaman strawberry yakni lama penyinaran matahari 8 – 10 jam hari. Curah hujan berkisar 600 700 mm pertahun. Suhu udara optimum antara 17°C – 20°C dan suhu udara minimum antara 4°C – 5°C dengan kelembaban udara 80% – 90%.Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl.

Dalam pengolahan lahan yang akan ditanami stroberry,maka sebelum lahan dibajak digenangi air lebih dahulu semalam. Keesokan harinya dilakukan pembajakan sedalam sekitar 30 cm, setelah itu tanah dilakukan pengeringan baru dihaluskan.
Kemudian membuat bedengan dengan ukuran lebar 80-120 cm, tinggi 30 – 40 cm, jarak antar bedengan 60 cm, panjang menyesuaikan keadaan lahan. Juga dalam pengapuran diberikan dolomit sekitar 100-200 kg per 1000 m2 sesuai kondisi lahan.

Sebelum penanaman, maka perlu dilakukan pemupukan dasar dengan cara menaburkan pupuk UREA 20 kg + TSP 25 kg + KCl 10 kg dan Pupuk kandang 2-3 ton untuk lahan 1 hektar. Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur utamanya penyakit layu, berikan fungisida yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan didiamkan selama seminggu.

Pemasangan mulsa plastik pada saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga dapat tepat menutup bedengan dengan tepat.Selanjutnya pembuatan lubang tanam berdiameter lubang ± 10 cm, dengan jarak lubang 30 – 50 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat.

Adapun cara penanaman strawberry adalah dengan memindahkan bibit beserta medianya.Sebaiknya bibit dikondisikan selama sebulan sebelum tanam di kebun,dan saat penanaman usahakan perakaran tidak rusak saat membuka polibag. Selain itu, perlu dilakukan penyulaman paling lambat 15-30 hari setelah tanam, pada sore hari dan segera disiram,serta penyiangan dilakukan pada gulma/ rumput liar yang menyaingi kehidupan tanaman. Kemudian dilakukan pemangkasan,dilakukan pada sulur yang kurang produktif, rimbun, serta pada bunga pertama untuk memperoleh buah yang prima.

Pemupukan susulan diberikan pada umur 1,5 – 2 bulan setelah tanam dengan NPK (16-16-16) sebanyak 5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air, kemudian dikocorkan sebanyak 350-500 cc/ tanaman.

H A M A

a. Kutu daun (Chaetosiphon fragaefolii) Bagian yang diserang : permukaan daun bagian bawah, kuncup bunga, pucuk atau batang muda. Gejala : pucuk atau daun keriput, keriting, kadang-kadang pembentukan daun atau buah terhambat.
b. TUNGAU (Tetranychus sp -Tarsonemus sp).Bagian yang diserang: daun, tangkai, dan buah. Gejala :daun bercak kuning, coklat, keriting akhirnya daun rontok.
c. Kumbang penggerek bunga (Anthonomus rubi), kumbang penggerek akar (Othiorhychus rugosostriatus), kumbang penggerek batang (O. Sulcatus)Gejala serangan : adanya bubuk berupa tepung pada bagian yang digereknya.

PENYAKIT

a. Layu verticillium (Verticillium dahliae)
Bagian yang diserang: mulai dari akar, daun, hingga tanaman. Gejala : daun yang terinfeksi mula-mula berwarna kuning hingga kecoklatan, serangan berat akan mengakibatkan kematian pada tanaman. Pengendalian : perbaikan drainase, sanitasi kebun, gunakan insektisida.
b. Busuk buah matang/Ripe Fruit Rot (Colletotrichum fragariae Brook) Busuk Rhizopus/ Rhizopus spot ( Rhizopus stolonifer ).Bagian yang diserang : buah. Gejala : RFR yang khas hanya pada buah yang masak saja dengan buah busuk disertai massa spora berwarna merah jambu. Pada RS, buah busuk lunak, berair, bila dipijit keluar cairan keruh. Pengendalian : musnahkan buah yang terinfeksi, perbaiki drainase kebun, pemulsaan, rotasi tanaman, dan gunakan insektisida pada awal penanaman yang dicampur dengan pupuk kandang yang telah jadi.
c. Busuk akar ( Idriella lunata, Pythium ulmatum, Rhizoctonia solani)
Bagian yang diserang : akar tanaman. Gejala : Idriella menyebabkan ujung-ujung akar tanaman berwarna hitam dan busuk, sedangkanPhytium mengakibatkan batang batas akar di permukaan tanah busuk berwarna coklat hingga hitam. Sementara jamur Rhizoctonia mengakibatkan sistem perakaran busuk kebasah-basahan. Pengendalian : cabut dan musnahkan tanaman yang terserang berat, tambahkan kapur untuk tanah, lakukan rotasi tanaman, perbaikan drainase tanaman,dan berikan insektisida pada awal penanaman.
d. Empulur merah (Phytophtora fragrariae)
Bagian yang diserang : perakaran tanaman. Gejala : tanaman kerdil, daun tudak segar bahkan dapat layu, bila diamati akar dan pangkal batang yang terinfeksi pada empulurnya akan tampak berwarna merah. Penyakit ini mengakibatkan serangan hebat pada kondisi drainase jelek dan masam/pH rendah. Pengendalian : perbaiki drainase, pengapuran tanah, rotasi tanaman, gunakan bibit yang sehat dan hindari luka mekanis pada pemeliharaan, musnahkan tanaman yang terinfeksi berat,dan campurkan pada awal penanaman.

PANEN

Tanaman stroberi mulai berbunga pada umur 2 bulan setelah tanam. Namun pembuahan atau pembungaan pertama sebaiknya dibuang atau dipangkas karena belum bisa berproduksi secara optimum. Setelah tanaman berumur 4 bulan mulai diarahkan untuk lebih produktif berbunga dan berbuah. Panen dilakukan dengan dipetik atau digunting bagian tangkai buah beserta kelopaknya, dan dilakukan secara periodik dua kali seminggu.