Buahku

Tanaman Buah dan Manfaatnya

Archive for the month “Oktober, 2010”

ketela rambat

Ubi jalar/ketela rambat/telo adalah sejenis tanaman yang akarnya dapat dimakan, mengandung pati, sukrosa, selulosa dan karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Ubi jalar/ketela rambat/telo juga kaya akan kandungan prebiotik, serat dan antioksidan. Semakin pekat warnanya, semakin banyak kandungan antioksidannya. Ubi jalar/ketela rambat/telo mempunyai beragam warna, ada yang berwarna ungu, merah, kuning dan putih. Warnanya tergantung pada jenisnya, jenis tanah, iklim dan mineralnya. Jenis umbi-umbian yang paling terkenal adalah ubi jalar/ketela rambat/telo, karena dapat diolah menjadi aneka makanan, minuman dan jus.

Ubi jalar/ketela rambat/telo diduga berasal dari benua Amerika (Selandia Baru, Polinesia dan Amerika bagian tengah). Ubi jalar/ketela rambat/telo mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama Negara-negara beriklim tropis yaitu pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkannya ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang dan Indonesia.
Bagian-bagian dari ubi jalar/ketela rambat/telo yang bisa dimanfaatkan:
1. Daun : untuk sayuran, pakan ternak
2. Batang : untuk bahan tanam, pakan ternak
3. Kulit ubi : untuk pakan ternak
4. ubi segar : untuk bahan makanan
5. Tepung : untuk makanan
6. Pati : untuk dermentasi, pakan ternak, asam sitrat

Khasiat Ubi jalar/ketela rambat/telo bagi tubuh:

  1. Untuk kekebalan tubuh/ penguat sistim imun: Kaya akan beta karoten, antioksidan, serta berbagai nutrisi lain seperti vitamin C, vitamin B kompleks, besi dan fosfor.
  2. Untuk menyembuhkan Kanker: Mengandung beta karoten, antioksidan, Vitamin C dan anti karsinogen utama yang penting untuk menyembuhkan berbagai jenis kanker. Terutama kanker kolon, usus halus, prostat, ginjal dan kanker pada organ dalam lainnya.
  3. Peradangan: Mengandung anti peradangan dengan adanya beta karoten, vitamin C dan magnesium.
  4. Diabetes: Kandungan gula dalam ubi jalar/ketela rambat/telo sangat efektif dalam meregulasi kadar gula darah dengan membantu sekresi dan fungsi insulin. Penderita diabetes dapat mengganti nasi atau karbohidrat dengan ubi jalar/ketela rambat/telo.
  5. Untuk meredakan Asma: Efektif dalam mengatasi hidung tersumbat dan sakit paru-paru dengan adanya aroma khas yang dimiliki ubi jalar.
  6. Untuk menyembuhkan Bronchitis: Kandungan vitamin C, besi serta nutrisi lainnya membantu menyembuhkan bronchitis. Ubi jalar juga dipercaya bisa menghangatkan tubuh (mungkin karena rasa manis serta nutrisi lainnya).
  7. Penambahan berat badan: Dengan rasa yang manis serta mengandung karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral yang mudah dicerna, karenanya ubi jalar merupakan sumber energi yang efektif untuk membangun otot-otot.
  8. Mengatasi radang lambung: Dapat menimbulkan efek nyaman di lambung dan usus halus. Vitamin B kompleks, Vitamin C, beta karoten, kalium dan kalsium sangat efektif meredakan radang lambung. Selain itu, serat yang dikandung ubi jalar bisa mencegah terjadinya konstipasi dan penimbunan asam yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya radang lambung.
  9. Arthritis: Beta karoten, magnesium, seng dan vitamin B kompleks membuat ubi jalar sebagai pilihan yang tepat untuk mengatasi arthritis. Air rebusannya bisa dioleskan pada persendian untuk meredakan sakit akibat arthritis.
  10. Untuk Pencernaan: Kandungan serat dalam ubi jalar/ketela rambat/telo lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kentang pada umumnya karena itu ubi jalar juga mudah untuk dicerna serta baik untuk lambung dan usus halus.
  11. Untuk Keseimbangan air: Serat dalam ubi jalar/ketela rambat/telo akan membantu menahan air dan dapat mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh.
  12. Efektif menghentikan ketergantungan pada rokok, minuman serta narkotika tertentu. Selain itu, juga sangat baik bagi kesehatan pembuluh darah vena dan arteri. Konsentrasi beta karoten yang tinggi serta fosfor sangat baik bagi kesehatan mata dan kardiovaskular.

Ubi jalar/ketela rambat/telo bisa digunakan untuk mengatasi kencing manis (diabetes mellitus), penyakit kuning, keseleo, luka terpukul, eksim, bisul, herpes, sakit tenggorokan, masuk angin, perut kembung, rematik, asam urat, pegal linu, dan lain-lain. Efek farmakologisnya berkhasiat sebagai tonik, yaitu untuk menghentikan perdarahan. Bagian yang bisa dimanfaatkan adalah ubi dan daun.

Sayur Turi

Sayur pucuk atau daun turi yang saya ketahui adalah sangat sedap dan versatile cara masakannya.

Sayur turi atau nama dikenali sebagai pucuk geti. Pokoknya mudah tumbuh, dan senang didapati.

Pucuk atau daun turi dicelur dan di lurutkan daunnya dan dimakan bersama sambal air asam jawa yang dibancuh pekat dan dicampur dengan cili boh ditambah gula dan garam secukup rasa atau dimakan dengan sambal belacan yang ditumbuk diperahkan air asam jawa yang pekat.

Sayur yang amat versatile, dimasak lemak berencahkan bawang dan ikan bilis atau udang kering dan ditambahkan keledek atau dimasak asam pedas yang rebuscuma berencahkan cebisan ikan bilis dan bawang merah.

Sayur ini juga dikatakan dapat mengurangkan inflamasi atau gatal hidung

Masyarakat desa suka memasak sayur ini. Ianya senang tumbuh dengan di tanam atau tumbuh disekitar rumah dikawasan keliling rumah dan sawah.

Dikatakan jus dan bunganya sayur ini dapat mengurangkan inflamasi dan gatal hidung dan batuk.

Juga dikatakan air rebusan akar digunakan untuk mengurangkan batuk dan mengeluarkan kahak.

Pucuk turi mengandungi khasiat yang tinggi, vitamin C. Setiap 100 gram bahagian yang boleh dimakan mengandungi: air 77.2 g, protein 8.4 g, lemak 1.1 g, karbohidrat 9.7 g, serat1.8 g, kalsium 181 miligram (mg), fosforus 29 mg, besi 0.3 mg, natrium 23 mg, kalium 356 mg, karotena 5022 ug vitamin A 837 ug, vitamin B1 0.06 mg, B2 0.71, niasin 2.4 mg, vitamin C 114 mg.

Pokok turi, nama saintifiknya Sesbania grandiflora sememangnya tumbuhan semula jadi di Malaysia, Indonesia, Filipina dan India. Ia tahan keadaan kemarau, tanah tidak subur atau bermasalah dan kawasan air bertakung. Lazimnya ia ditanam sebagai sayuran atau sebagai tanaman hiasan. Ada dua jenis pokok turi yang dapat dibezakan melalui warna bunganya. Satu jenis bunganya berwarna putih, yang satu lagi bunganya samar kemerah-merahan. Pokok ini hidup subur di kawasan persekitaran kampung, di tepi-tepi jalan dan di batas padi.

Sejak dulu lagi (entah berapa lama) pokok turi ini diberikan status sebagai tanaman makanan untuk orang miskin. Orang kampung tak berkira sangat, nak beli sayuran mahal kurang mampu. Jadi apa yang ada di persekitaran asalkan halal dan boleh dimakan tanpa mendatangkan apa-apa kemudaratan, makan sahaja.

Pokok turi ini sebenarnya pokok serbaguna yang mempunyai banyak kelebihan. Dari akar hinggalah ke pucuk, semuanya boleh dimanfaatkan. Ia digolongkan dalam keluarga kekacang. Pada akarnya terdapat bintil-bintil besar yang dapat mengikat nitrogen di udara dan dikatakan dapat meningkatkan mutu tanah.

Pokok turi boleh mencapai ketinggian sehingga 10 m. Batang utamanya tumbuh menegak berbentuk selinder. Keratan rentas batang ini boleh mencapai sehingga 25 cm

Batangnya dari jenis kayu putih yang lembut. Ia boleh digunakan sebagai bahan akar atau diproses untuk dijadikan kertas. Kulit batang berwarna kelabu cerah beralur-alur dan tidak begitu elok. Daunnya dari jenis pinat 15-30 cm panjang, dengan 16-30 pasang anak duan. Tangkai bunga sepanjang 2.5 cm dengan 2-4 kuntum bunga. Bentuk bunganya seperti kupu-kupu. Ia merupakan bunga terbesar dalam keluarga tumbuhan kekacang. Kelopaknya sepanjang 7-9 cm.

Di Indonesia, pokok turi ini ditanam bagi menghasilkan bahan bakar. Ia ditanam semula pada selang 5 tahun. Penanaman seluas 1 hektar dapat menghasilkan 3m3 bahan bakar untuk tempoh 2 tahun penebangan. Selain itu, batang turi juga digunakan oleh petani sebagai tiang sokongan atau para-para bagi tanaman seperti sirih, lada hitam dan vanila. Pucuk turi, bunga dan lengai yang muda boleh dijadikan sayuran yang enak. Kandungan protin kasar daun turi amat tinggi kira-kira 30%, begitu juga dengan mineral dan vitamin. Pokok turi berbunga sepanjang tahun. Bunga ini jika dicelur, rasanya seperti cendawan, tetapi bahagian tengah bunga perlu dibuang dahulu supaya hilang rasa pahitnya. Lenggai turi yang muda dan lembut boleh dimasak dan dimakan seperti kacang panjang. Biasanya panjang lenggai mencapai 50-60 cm dengan lebih kurang 50 biji benih. Kandungan protinnya tinggi iaitu 40%.

Pucuk turi pula boleh dipelbagaikan masakannya. Namun, perlu diiingat daun turi ini agak pahit. Apa juga juadah yang dihidangkan, perlu dimasak supaya hilang rasa pahitnya. Masak lemak dengan keledek atau lobak merah ataupun dibuat urap/keluban sungguh enak sekali. Pucuk turi dimakan oleh manusia, forajnya pula sungguh baik jika diberi makan kepada ternakan, terutamanya ternakan ruminan. Di Pulau Jawa pokok turi ini memang ditanam. Forajnya dijadikan makanan lembu. Pokok ini dicantas dalam tempoh tertentu, sama aras dengan ketinggian yang dapat dicapai oleh ternakan. Selepas dicantas, pokok ini cepat bertunas semula. Ia tidak mempunyai kesan keracunan terhadap makanan. Dalam kajian yang telah dijalankan di Jawa, sebanyak 1.8 kg turi segar diberi makan kepada lembu setiap hari sebagai foraj tambahan kepada diet jerami padi. Didapati pertambahan berat badan yang diperolehi setanding dengan lembu yang diberi makan diet terumus. Mengikut satu lagi kajian yang telah dijalankan di Australia, apabila pokok ini ditanam pada jarak 90 cm, ia menghasilkan 4.5 – 9.1 kg daun setahun. Apabila 12000 pokok ditanam sehektar, 50 – 100 tan daun setahun dapat dihasilkan. Dengan kandungan air 75%, bahan kering yang dihasilkan ialah sebanyak 12-25 tan setahun.

Kegunaannya sebagai foder sampingan kepada ternakan lembu amat menggalakkan. Kegunaan pokok turi bukanlah setakat batang dan daunnya sahaja, ia boleh ditanam di tepi jalan sebagai tanaman hiasan atau sebagai penanda kawasan atau pagar hidup. Dengan kanopinya yang terbuka dan melebar, ia memberikan teduhan yang nyaman. Ia juga boleh digunakan sebagai pokok pelindung kepada tanaman yang memerlukan lindungan. Daunnya yang gugur menjadi bahan sungkupan serta baja kepada tanaman lain yang berdekatan. Namun, pokok ini tidak sesuai ditanam di kawasan tiupan angin yang kuat kerana dahannya yang lembut mudah patah. Apabila pokok ini ditebang atau kulitnya dikikis, kulit pokok mengeluarkan sejenis gam yang merah jernih. Gam ini menjadi hampir hitam selepas terdedah di udara. Ia boleh digunakan sebagai pengganti gam arab dalam pelbagai jenis pelekat. Juga, ia boleh disapu pada tangsi joran supaya tangsi tersebut tahan lebih lama.

Dari segi kesihatan, akar, kulit, daun dan bunga turi boleh digunakan sebagai penawar pelbagai jenis keuzuran. Tepung akar turi dari jenis pokok berbunga merah boleh digunakan sebagai penuam atau sapuan pada bengkak sendi, lebam-lebam atau sakit akibat terseliuh bagi mengurangkan rasa sakit. Daun juga boleh digunakan dalam kaedah yang serupa. Jus bunga turi boleh digunakan untuk merawat pening kelapa dan hidup tersumbat. Di Ambon, jus bunga digunakan bagi mengubati mata yang rabun dengan cara memerah jus terus ke dalam mata. Serbuk kulit turi juga boleh digunakan bagi mengubati kudis, jangkitan kulat pada kulit dan ulser mulut serta usus. Di Jawa, tepung kulit pokok turi dijadikan bahan asas persolekan. Ekstrak kulit ini juga boleh digunakan sebagai racun lipas. Cirinya yang paling istimewa ialah kadar pertumbuhan yang amat cepat dan mudah dibiak sama ada secara tampang atau menggunakan biji benih. Boleh hidup sendiri dengan sedikit penjagaan

manfaat daun talas

TANAMAN kimpul biasa dijadikan tanaman hias di halaman rumah. Tapi juga biasa tumbuh di semak-semak kuburan, tepi sungai sehingga terkesan sebagai tanaman tidak berguna. Tapi bagi yang tahu, tanaman kimpul memiliki banyak manfaat. Bahkan bisa dibilang sebagai tanaman ampuh yang mampu mengatasi penyakit menahun. Mereka yang terkena guna-guna, kesambet, kesurupan atau ketempelan roh jahat, bisa memanfaatkan kimpul sebagai penyembuh.

Tanaman kimpul atau talas hampir sama bentuknya. Daun kimpul malah juga biasa disebut daun talas. Penemuan resep daun talas sebagai obat tradisional sebenarnya sudah diwariskan turun-temurun di lingkungan bangsawan keraton.

Resep untuk menangkal kekuatan magis ini diberikan juru sembuh yang lama berpraktik di Sukoharjo, Surakarta. Bila mendapati orang sedang ketempelan atau punya sakit menahun, misalnya, ambil 2 lembar daun talas, kemudian diolesi dengan minyak jlantah (minyak goreng bekas) kedua permukaannya. Setelah rata lalu dipanggang di atas tungku atau anglo.

Bara di atas anglo juga perlu ditaburi dupa atau kemenyan. Menurut juru sembuh tersebut, bertujuan menetralkan energi negatif yang ada disekitar ruangan, juga energi yang berada pada daun talas tersebut. Setelah hangat-hangat kuku, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit (jika mengidap suatu penyakit) serta pada bagian perut jika ketempelan makhluk halus.

Sebelum daun talas ditempelkan, permukaan organ sebaiknya diusap dengan kapur sirih lebih dulu. Lebih baik kalau usapan itu melingkari tubuh penderita. Setelah ditempel dengan daun bakung, kemudian dililit dengan tali, bisa juga dengan menggunakan setagen. Selama proses pemanggangan sampai penempelan daun bakung, juga dilakukan pemanjatan doa pada Tuhan untuk minta kesembuhan. Dan selama itu pula kemenyan tetap dibakar.

Juru sembuh tersebut menuturkan, usaha doa mutlak diperlukan agar mendapat kesembuhan. “Sementara daun bakung, kemenyan serta injet merupakan sarana saja. Resep sederhana ini sudah saya praktikkan berkali-kali pada pasien saya,” kata juru sembuh tersebut.

Seorang wanita bernama Watik (34), misalnya, warga Semarang ini mengaku mengalami gangguan pendarahan pada vagina yang telah berlangsung lama. Bahkan sempat sempat menebarkan bau kurang sedap. Sudah bekali-kali menjalani rawat inap di rumah sakit, tapi tak juga sembuh. Bahkan juga sudah pergi ke berbagai juru sembuh. Tapi setelah menjalani terapi dengan daun talas selama 40 hari, sakitnya sembuh sedikit demi sedikit. Watik mengaku, kini penyakitnya malah sudah sembuh total.

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.