Buahku

Tanaman Buah dan Manfaatnya

buah kecipir dan manfaatnya


Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), tanaman yang dimaksud, selain berfungsi sebagai penyubur tanah, juga berguna untuk bahan pakan ternak, obat tradisional, dan pengendali erosi di lahan kering. Buah muda tanaman jenis kacang-kacangan ini biasa untuk sayur dan bahan pecel. Bijinya yang sudah tua cocok sebagai pengganti kedelai untuk bahan pembuatan tempe dan tauco.

Buah kecipir berbentuk polong persegi empat, setiap segi bersayap dan di bagian pinggirnya bergerigi. Karena itu kecipir disebut “kacang bersayap” atau winged bean. Buahnya yang berukuran panjang 15 – 40 cm bergentungan di ruas pohonnya. Setiap polong memiliki 8 – 10 biji yang bundar dan kecil. Pada saat masih muda buahnya berwarna hijau, lalu berubah menjadi coklat dan hitam bila telah matang.

Bukan hanya buahnya yang menarik, bunga kecipir juga indah dipandang. Berwarna warni cocok sebagai penghias halaman atau pekaranga. Warnanya ada yang putih, biru dan ada pula lembayung. Di saat mekar di pagi hari, bentuk bunganya mirip kupu-kupu.

Protein nabati yang terdapat pada kecipir cukup tinggi. Setiap 100 gram kecipir mengandung 405 kal, atau lebih tinggi dari daging sapi yang hanya 190 kal, dan daging domba 206 kal. Protein kecipir mencapai 32,80 gr, sedangkan sapi hanya 27 gr dan domba 17,10 gram. Lalu unsur lemak pada kecipir 17 gr, daging sapi 10 gr dan domba 14,80 gr. Karbohidrat kecipir 36,50 gram, daging sapi 0, dan domba 0 gram.

Kecipir cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1.600 m dpl. Bisa hidup di tanah dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir, dan tanah kering. Daya tahan kecipir terhadap kekeringan juga baik.

Untuk budidaya, satu hektar lahan membutuhkan 10 – 15 kg benih. Sebelum benih ditabur, lahan dibuat gembur lebih dulu dan setelah itu beri pupuk kandang, dan buat menjadi guludan. Buatlah lobang dengan jarak 25-35 cm di tengah-tengah guludan. Masukkan 2–3 biji ke setiap lobang. Waktu yang tepat menanam kecipir di awal musim hujan, namun bila terpaksa akhir musim hujan juga dapat dilakukan.

Penyiraman dilakukan hanya pada saat diperlukan saja, terutama pada tanaman usia muda. Karena tanaman ini cukup toleran terhadap kekeringan. Cabutlah gulma yang tumbuh di sekitar tanaman ini. Sembari disiangi, tanah digemburkan. Setelah tanaman sudah cukup besar atau setinggi 10 cm, tancapkan bambu (ajir) sepanjang 1,5 – 2 m, lalu ikatkan batang kecipir ke ajir tersebut agar merambat.

Tidak seperti tanaman sayur lainnya hanya sekali panen, kecipir bisa diremajakan. Caranya, pangkas batang hingga ketinggian 30 cm dari atas tanah. Biarkan tunas tumbuh dan rawat dengan baik. Tunas ini akan berproduksi kembali, dan peremajaan hanya bisa sampai 2 kali saja. Setelah itu sebaiknya dicabut hingga ke akar-akarnya.

Pemupukan dilakukan pada saat pengolahan tanah dengan menambahkan Urea 100 kg, TSP 150 kg, dan KCl 150 kg per hektar. Pemberian Urea dan TSP dilakukan 2 kali, yaitu pada saat tanam dan tanaman berumur 3 minggu. KCl diberikan sekaligus pada saat tanam.

Hama yang biasa menyerang kecipir antara lain ulat keket. Pengendaliannya dengan cara penyemprotan Sumicidin 50 EC, dosis 1-1,5 cc/1 liter air. Sedang penyakit yang merusak tanaman ini adalah cendawan Worunella psophocarpi. Penyakit ini dapat diberantas dengan fungisida Dithane M-45 sesuai dosis anjuran.

Setelah 9-12 minggu dari saat tanam atau dua minggu setelah ke luar bunga, polong muda sudah bisa dipanen. Panen dapat dilakukan secara rutin seminggu sekali karena bunga kecipir tumbuh terus-menerus sampai umur 5 bulan. Selanjutnya tanaman diremajakan.

About these ads

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: